Lewati ke konten utama
Provinsi

Arus Balik Lebaran Idul Fitri, 1.209 Penumpang Kapal Bertolak dari Sampit-Surabaya

Redaksi 26-03-2026, 08:28 WIB 2 menit baca
Tampak terlihat penumpang masih memadati Pelabuhan Sampit pada arus balik lebaran. (FOTO:SEPUTARBORNEO)
Tampak terlihat penumpang masih memadati Pelabuhan Sampit pada arus balik lebaran. (FOTO:SEPUTARBORNEO)

SB, SAMPIT - Arus balik pasca-Lebaran di Pelanuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih menunjukkan intensitas yang cukup tinggi. 

Aktivitas di Pelabuhan Sampit tampak padat saat KM Lawit bersiap bertolak menuju Surabaya, Kamis (26/3/2026) pagi. Sejak pagi hari, ratusan penumpang terlihat memadati area pelabuhan.

Mereka datang dengan berbagai barang bawaan, mulai dari tas besar hingga kardus, menandai perjalanan kembali ke daerah asal setelah merayakan Idulfitri di Sampit.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan terlihat dari antrean panjang penumpang, baik yang berjalan kaki maupun yang membawa sepeda motor.

Para penumpang naik ke kapal secara bergelombang, mengikuti proses embarkasi yang diatur petugas.

KM Lawit dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Sampit dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Tercatat sekitar 1.209 penumpang ikut dalam pelayaran tersebut.

Menariknya, manifestasi penumpang didominasi oleh warga asal Jawa dan Madura, serta mahasiswa yang kembali ke pulau Jawa untuk melanjutkan aktivitas perkuliahan.

Salah satu penumpang, Arifin, mengaku memilih menggunakan kapal laut karena harga tiket yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pesawat.

“Saya kembali ke Jawa untuk kuliah di Universitas Ubaya. Kalau naik kapal memang lebih lama, tapi tiketnya jauh lebih murah dibanding pesawat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, perjalanan laut yang ditempuh memakan waktu lebih dari 24 jam, bahkan bisa mencapai dua hari satu malam. Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi kendala baginya.

Hal serupa juga disampaikan Warti, penumpang lainnya yang hendak kembali ke Pulau Madura. Ia mengaku pulang ke kampung halaman untuk merayakan tradisi Lebaran Ketupat bersama keluarga.

“Saya lebaran di Sampit karena anak dan menantu tinggal di sini. Sekarang mau cepat-cepat pulang ke Madura untuk lebaran ketupat,” tuturnya.

Padatnya arus balik di Pelabuhan Sampit ini menunjukkan bahwa moda transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama bagi mereka yang mengutamakan biaya perjalanan yang lebih ekonomis, meski harus menempuh waktu perjalanan lebih lama. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard