seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Mentaya Seberang

by Redaksi - Tanggal 31-03-2026,   jam 02:24:32
Tampak kondisi temuan mayat tanpa identitas di Sungai Mentaya. (FOTO: ISTIMEWA) Tampak kondisi temuan mayat tanpa identitas di Sungai Mentaya. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Warga Mentaya Seberang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikejutkan dengan penemuan jasad di bantaran Sungai Pipisan, tepatnya di wilayah RT 9, Selasa (31/3/2026) pagi. Lokasi yang berada di tepi sungai dan sulit dijangkau jalur darat memaksa tim evakuasi menggunakan transportasi air untuk mencapai titik kejadian.

“Laporan masuk terkait penemuan mayat di Mentaya Seberang, RT 9, di tepi Sungai Pipisan. Kami menuju lokasi menggunakan perahu untuk proses evakuasi,” kata seorang petugas yang berada di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad ditemukan di wilayah seberang Sungai Mentaya, berdekatan dengan kawasan PT Sampit. 

“Korban ditemukan oleh warga di Mentaya Seberang, seberang PT Sampit. Setelah itu, tim Pos SAR Sampit bersama Ditpolairud langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.

Hingga saat ini, identitas korban maupun penyebab kematian masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang tengah melakukan visum di rumah sakit setempat untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.

“Kami belum bisa memastikan identitas maupun penyebab kematian karena masih dalam proses visum. Untuk informasi lebih detail bisa dikonfirmasi ke pihak Polair,” tambah Multazam.

Meski demikian, ada dugaan awal bahwa korban kemungkinan terkait dengan insiden kebakaran tongkang di kawasan Tanah Mas beberapa waktu lalu. 

“Ada kemungkinan korban terkait insiden tongkang di Tanah Mas, dilihat dari ciri fisik. Namun ini masih dugaan, menunggu hasil pemeriksaan resmi,” jelas Multazam.

Di kalangan masyarakat, penemuan mayat ini memicu berbagai spekulasi mengenai identitas dan latar belakang korban. Aparat menegaskan bahwa semua informasi harus diverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi penemuan agar proses penyelidikan berjalan lancar. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban dan penyebab kematiannya masih menunggu konfirmasi resmi. (f1/sb)