Lewati ke konten utama
Pemkab Pulang Pisau

Jembatan Limpas Ambrol, Dua Kelapa Daerah Tinjau Langsung Lokasi

Redaksi 01-04-2026, 12:10 WIB 1 menit baca
Bupati Pulpis, Ahmad Rifai bersama bupati Situbondo tinjau langsung jembatan yang ambrol diterjang banjir. (FOTO: ISTIMEWA)
Bupati Pulpis, Ahmad Rifai bersama bupati Situbondo tinjau langsung jembatan yang ambrol diterjang banjir. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau (Pulpis) H Ahmad Rifa’i, bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan Wakil Bupati Ulfiyah, melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan Limpas yang ambrol akibat bencana banjir, Selasa (31/3/2026).

Jembatan yang menjadi penghubung utama antara Desa Siliwung dan Desa Kotakan tersebut mengalami kerusakan parah setelah diterjang puluhan rumpun bambu yang hanyut terbawa derasnya arus banjir dari hulu sungai.

Material bambu yang menumpuk di sekitar struktur jembatan menyebabkan tekanan besar hingga akhirnya membuat jembatan tidak mampu bertahan.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi jembatan yang nyaris putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Kerusakan ini berdampak signifikan terhadap mobilitas warga, khususnya dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan.

Bupati H Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat, termasuk membuka akses alternatif bagi masyarakat serta melakukan kajian teknis untuk pembangunan kembali jembatan secara permanen.

“Kami memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Koordinasi lintas daerah juga menjadi bagian penting dalam percepatan ini,” ujarnya di lokasi.

Senada dengan itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan pentingnya sinergi antar daerah dalam menghadapi dampak bencana, terutama dalam hal pemulihan infrastruktur vital yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Ulfiyah menambahkan bahwa selain perbaikan fisik, perhatian juga akan diberikan pada aspek keselamatan dan mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Peninjauan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah sekaligus langkah awal dalam percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana. Diharapkan, akses penghubung antar desa dapat segera pulih sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu sungai. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard