Jembatan Sapihan Besar Tak Layak Dilintasi, Camat Imbau Truk Angkutan Berat Hindari Jalur Ini
SB, SAMPIT - Pemerintah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk tidak melintasi Jembatan Sapihan Besar yang dinilai sudah dalam kondisi tidak layak.
Camat Mentaya Hilir Selatan, Wahyudah, menyampaikan bahwa hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan adanya kerusakan serius pada struktur jembatan, terutama setelah dilakukan pemeriksaan dari bagian bawah.
“Kami dari pemerintah kecamatan bersama pihak Kelurahan Samuda Kota sudah mengecek langsung kondisi jembatan. Dari hasil pengecekan, jembatan ini memang sudah tidak layak dilintasi, khususnya oleh kendaraan berat seperti truk angkutan sawit,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menegaskan, kendaraan bertonase tinggi berpotensi memperparah kerusakan bahkan dapat memicu risiko kecelakaan jika tetap dipaksakan melintas. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan mencari jalur alternatif demi keselamatan bersama.
Selain menyoroti kondisi jembatan, pemerintah kecamatan bersama lurah, RT, dan RW setempat juga bergerak melakukan pembersihan aliran sungai di kawasan Sapihan Besar guna mengatasi hambatan aliran air.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, meskipun belum optimal. “Alhamdulillah, air dari darat sudah bisa mengalir walaupun belum terlalu deras,” tambah Wahyudah.
Namun demikian, ia mengakui masih diperlukan penanganan lanjutan, terutama untuk membersihkan vegetasi seperti pohon nipah yang tumbuh di badan sungai dan menghambat arus air.
Untuk itu, pihak kecamatan berharap adanya dukungan dari dinas terkait, khususnya dalam penyediaan alat berat seperti ekskavator amfibi guna mempercepat proses normalisasi sungai.
“Kami berharap ada bantuan dari pihak terkait, terutama dari PU, untuk meminjamkan ekskavator amfibi agar aliran Sungai Sapihan Besar bisa diperluas dan dibersihkan secara maksimal,” jelasnya.
Tak hanya itu, Wahyudah juga meminta perhatian dari anggota DPRD daerah pemilihan setempat agar turut membantu dalam penanganan infrastruktur dan kondisi sungai yang saat ini membutuhkan perhatian serius.
“Kami juga berharap dukungan dari anggota dewan dapil III untuk bersama-sama memperhatikan kondisi sungai dan infrastruktur di wilayah ini,” pungkasnya.
Pemerintah setempat menegaskan, langkah ini diambil sebagai upaya preventif demi menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah pada infrastruktur vital di wilayah Mentaya Hilir Selatan. (f1/sb)