seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Dana Hibah KONI Kotim Masih Dibahas, Dispora Tunggu Keputusan TAPD

by Redaksi - Tanggal 04-04-2026,   jam 11:54:05
Kepala Dispora Kotim, Irfanyah

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) masih membahas peluang penganggaran dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pembahasan ini menjadi penting di tengah kebutuhan pembinaan atlet serta efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah daerah.

Kepala Dispora Kotim Irfanyah menyampaikan, bahwa rencana hibah tidak hanya diperuntukkan bagi KONI, tetapi juga mencakup organisasi lain seperti KLPI dan kebutuhan olahraga secara umum.

“Terbentuk hibah tidak hanya untuk KONI dan hibah ke organisasi keseluruhan,” kata Irfansyah, Sabtu (4/4/2026)

Terkait peluang anggaran, termasuk angka yang sempat mencuat sebesar Rp3 miliar, pihaknya belum dapat memastikan. Keputusan akhir akan ditentukan melalui rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Nanti kita lihat hari Senin, karena TAPD yang bisa menjawab itu. Saya juga masih melihat apakah itu bisa masuk atau tidak,” jelasnya.

Sebelumnya, Dispora juga telah melakukan konsultasi ke pemerintah provinsi atas arahan Komisi III DPRD, dengan melibatkan Biro Hukum Pemerintah Provinsi dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan guna memastikan aspek legalitas dan pengawasan anggaran hibah tersebut.

“Seperti kemarin kami sudah minta pendapat di provinsi, karena dari Komisi III menyarankan berkonsultasi ke Biro Hukum dan BPKP. Itu yang nanti kami sampaikan ke tim TAPD,” tambahnya.

Sementara itu, terkait keluhan atlet yang berpartisipasi demgabluar di daerah pada Porprov Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026, Dispora menyebut belum menerima laporan langsung. Komunikasi lebih banyak dilakukan melalui KONI sebagai induk organisasi olahraga di daerah.

“Kalau atlet biasanya langsung ke KONI, tidak ke kami. Tapi kami tetap intens berhubungan dan berkoordinasi dengan KONI agar program bisa berjalan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan anggaran bukan hanya terjadi di Kotim, melainkan hampir di seluruh daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi.

“Masalah anggaran ini tidak hanya di Kotim, semua daerah juga merasakan. Apalagi sekarang kita dalam kondisi efisiensi,” ungkapnya.

Keputusan terkait dana hibah KONI sendiri dijadwalkan akan kembali dibahas dalam rapat bersama TAPD pada awal senin mendatang. Hasil rapat tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pembinaan olahraga Kotim ke depan. (f1/sb)