seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

HNR Cup II Siapkan 10 Pemain Terbaik Menuju Klub Profesional

by Redaksi - Tanggal 31-05-2026,   jam 06:36:16
Pelaksanaan pembukaan HNR Cup II di Stadion 29 Nopember Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Turnamen HNR Cup II Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola terbesar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga menjadi wadah pencarian talenta muda yang berpotensi menembus klub profesional.

Ketua Panitia HNR Cup II Tahun 2026, Ahmad Bashudin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan program pemantauan pemain selama turnamen berlangsung. Para pemain yang menunjukkan performa terbaik akan direkomendasikan kepada sejumlah legenda sepak bola nasional yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami akan melihat setiap pertandingan. Ada pemandu bakat yang mencatat pemain-pemain potensial, kemudian hasilnya akan kami sampaikan kepada Bang Isnan Ali, Bang Zaenal Arif, dan Bang Ilham Jaya Kesuma. Mereka memiliki jaringan dan pengalaman di klub profesional,” ujar Ahmad Bashudin, Minggu (31/5/2026).

Turnamen yang resmi dibuka di Stadion 29 Nopember Sampit ini diikuti 64 tim dari berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan hingga Kotawaringin Barat (Kobar). Kompetisi akan berlangsung selama 32 hari, sejak 31 Mei hingga 5 Juli 2026 dengan menggunakan sistem gugur.

Menurut Ahmad, pemain yang berpeluang mendapatkan rekomendasi adalah mereka yang memiliki kemampuan teknik dan fisik yang baik, mental bertanding yang kuat, serta sikap positif baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Yang paling kami kedepankan bukan hanya kemampuan bermain bola, tetapi juga attitude. Mereka harus punya disiplin, semangat belajar, dan karakter yang baik. Usianya juga kami prioritaskan di bawah 20 tahun,” katanya.

Dari hasil pemantauan selama turnamen, panitia merencanakan sekitar 10 pemain terbaik untuk mengikuti program try out sebagai langkah awal menuju pembinaan yang lebih serius.

“Rencana awal sekitar 10 pemain. Mereka nanti mengikuti try out terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan penilaian lebih lanjut oleh pihak yang berwenang menentukan,” jelasnya.

Ahmad menegaskan bahwa penyelenggaraan HNR Cup II sepenuhnya dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Turnamen ini terlaksana berkat dukungan sponsor serta swadaya para pecinta sepak bola di Kotim.

“Kegiatan ini murni dari sponsor dan swadaya. Tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Alhamdulillah dengan dukungan banyak pihak, turnamen kedua ini bisa kembali terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Dari 64 tim yang berpartisipasi, banyak di antaranya berasal dari desa-desa yang selama ini dikenal memiliki potensi pemain berbakat.

“Banyak tim dari desa-desa seperti Tanjung Jariangau, Parenggean, dan wilayah pedalaman lainnya yang ikut berpartisipasi. Kalau pemain asli Kotim saya kira sangat banyak karena mereka tersebar di berbagai klub peserta,” tuturnya.

Selain menjadi sarana pembinaan pemain muda, HNR Cup II juga diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Kotim yang pernah dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Kalimantan Tengah melalui Persesam Sampit.

Menurut Ahmad, salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah belum optimalnya fungsi Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kotim dalam menjalankan pembinaan sepak bola secara berjenjang.

“Dulu Sampit menjadi salah satu barometer sepak bola di Kalimantan Tengah. Sekarang kami ingin membangkitkan kembali semangat itu. Karena itu kami berharap ke depan pembinaan usia dini bisa berjalan berjenjang mulai kelompok umur, remaja hingga senior,” katanya.

Ia berharap HNR Cup dapat menjadi pemantik lahirnya sistem pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur sehingga Kotim kembali memiliki tim yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Kami ingin sepak bola Kotim kembali hidup. Harapannya nanti ada kompetisi usia dini, usia 13 tahun, 15 tahun, 17 tahun, 20 tahun hingga senior yang berjalan berkelanjutan. Dengan begitu kita bisa kembali memiliki tim yang kuat dan berprestasi,” pungkasnya.

Pada HNR Cup II Tahun 2026, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp75 juta. Juara pertama akan menerima Rp35 juta, juara kedua Rp15 juta, sementara dua tim peringkat ketiga masing-masing memperoleh Rp 7,5 juta.

Selain memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah, para peserta juga mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan legenda sepak bola nasional dan pemandu bakat yang hadir sepanjang turnamen berlangsung.(f1/sb)