Tumpukan Sampah di PPM Sampit, Pedagang Keluhkan Bau dan Ganggu Aktivitas Jula Beli
SB, SAMPIT -Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut dikeluhkan para pedagang di kawasan pertokoan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas jual beli, terutama karena bau menyengat disebenaon tumpukan di atas trotoar jalan.
Sampah terlihat menggunung di sejumlah titik, terutama di sepanjang trotoar dan ruas jalan sekitar pertokoan.
Bahkan, sebagian pedagang terpaksa mengemas sampah ke dalam karung dan meletakkannya di pinggir jalan, namun tetap belum diangkut.
Seorang pemilik toko di kawasan tersebut mengungkapkan, sampah sudah beberapa hari dibiarkan menumpuk tanpa penanganan.
“Ini sampah di sekitar jalan depan toko, sudah menumpuk. Sudah beberapa hari ini belum diangkut,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain yang beraktivitas di sekitar Jalan Iskandar, dekat Pasar PPM hingga kawasan Pelabuhan Sampit. Mereka menyebut sampah berserakan dan tidak ada petugas yang datang untuk membersihkannya.
“Di Jalan Iskandar dekat pasar sampai pelabuhan, sampah banyak, tidak ada yang mengambil,” keluhnya.
Menurut para pedagang, kondisi ini sudah terjadi sejak setelah Lebaran dan hingga kini belum ada penanganan yang maksimal dari pihak terkait. Mereka berharap instansi berwenang segera turun tangan untuk membersihkan sampah yang kian menumpuk.
“Sampah sudah dari habis Lebaran sampai sekarang tidak ada yang mengambil. Tolong pihak yang berwenang segera dibersihkan,” tambahnya.
Para pedagang juga menilai, keberadaan tumpukan sampah di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) semakin memperparah keadaan. Selain menimbulkan bau tak sedap, kondisi ini juga membuat lingkungan terlihat kumuh dan tidak nyaman bagi pembeli.
Mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera melakukan pengangkutan sampah secara rutin, agar aktivitas ekonomi di kawasan PPM Sampit dapat kembali berjalan dengan lancar. (f1/sb)