Lewati ke konten utama
Provinsi

Buka Keterisolasian, TNI Bangun Jembatan Garuda Selama 20 Hari

Redaksi 06-04-2026, 03:45 WIB 2 menit baca
Peresmian pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tukang Langit , Kecamatan Antang Kalang. (FOTO: ISTIMEWA)
Peresmian pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tukang Langit , Kecamatan Antang Kalang. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pembangunan Jembatan Garuda resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking yang digelar serentak di wilayah Kodim 1015/Sampit, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal membuka keterisolasian sejumlah wilayah pedalaman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Prosesi dipusatkan di Dusun Tandang, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean serta di Desa Tukang Langit, Kecamatan Telaga Antang. Program ini merupakan bagian dari kegiatan bakti TNI yang dilaksanakan oleh Kodam XXII/Tambun Bungai di 15 titik wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan di daerah terpencil.

“Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah yang selama ini sulit dijangkau serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Nama “Garuda” sendiri mencerminkan semangat keberanian dan kepeloporan dalam membuka akses baru bagi wilayah yang selama ini terisolasi.

“Kami berharap kendala geografis yang selama ini menghambat mobilitas warga dapat segera teratasi, sehingga akses pelayanan publik dan distribusi logistik menjadi lebih efisien,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setiawan mengungkapkan pembangunan jembatan di Desa Barunang Miri ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 20 hari.

“Jembatan akan dibangun di atas Sungai Tualan dengan bentang sekitar 80 meter. Pengerjaan melibatkan personel TNI dan masyarakat, serta didukung tenaga konsultan sipil agar sesuai standar,” jelasnya.

Ia memastikan pembangunan mengacu pada spesifikasi teknis dari Pusat Zeni TNI AD sehingga menghasilkan konstruksi yang kokoh dan memiliki umur pakai panjang.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi menyebut pembangunan jembatan sangat vital bagi wilayah yang banyak dipisahkan oleh aliran sungai.

“Ini akan membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan,” katanya.

Bagi warga, pembangunan ini menjadi jawaban atas kesulitan yang selama ini dihadapi. Siddiq, warga Dusun Kota Baru, Desa Barunang Miri, mengaku sangat terbantu dengan adanya proyek tersebut.

“Selama ini kami harus menyeberang menggunakan klotok atau lanting. Anak-anak sekolah juga kesulitan. Mudah-mudahan dengan jembatan ini, akses jadi lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, harapan baru pun tumbuh di tengah masyarakat pedalaman Kotim. Selain membuka akses transportasi, keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi pemicu berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard