Petugas BPBD sedang berusaha memdamkan kobaran api yang membakar lahan kosong. (FOTO:BPBD)
SB, SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat sebanyak 151 titik panas (hotspot) terdeteksi hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Antang Kalang menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K. Anwar, menyampaikan bahwa Antang Kalang mencatat 42 titik panas, tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
“Jumlah hotspot selama tahun ini tercatat sebanyak 151 titik. Kecamatan Antang Kalang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 42 titik,” ujar Multazam, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, sebaran hotspot di wilayah lain juga cukup beragam. Kecamatan Mentaya Hulu tercatat 23 titik, Telaga Antang 18 titik, Bukit Santuai 15 titik, serta Mentawa Baru Ketapang 9 titik. Sementara itu, beberapa kecamatan seperti Parenggean dan Baamang tidak terdeteksi adanya hotspot.
Adapun wilayah lain yang juga mencatat titik panas di antaranya Kota Besi dengan 6 titik, Cempaga 8 titik, Teluk Sampit 8 titik, Mentaya Hilir Utara 7 titik, Telawang 5 titik, serta Seranau, Pulau Hanaut, dan Mentaya Hilir Selatan masing-masing 1 titik.
Multazam mengungkapkan, jumlah hotspot mengalami fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir. Pada Januari tercatat 113 titik, kemudian menurun drastis menjadi 2 titik pada Februari, dan kembali meningkat menjadi 36 titik pada Maret.
“Tren ini menunjukkan fluktuasi yang perlu terus kita pantau dan antisipasi bersama agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” jelasnya.
Ia menegaskan, BPBD Kotim terus meningkatkan pemantauan di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Pemantauan hotspot ini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” pungkasnya. (f1/sb)