Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Dorong PBS Sawit Terlibat Percepatan Pemerataan Listrik Desa

Redaksi 14-04-2026, 03:48 WIB 2 menit baca
Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor
Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor

SB, SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong keterlibatan aktif Perusahaan Besar Swasta (PBS), khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, dalam upaya mempercepat pemerataan listrik di wilayah pedesaan.

Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor, menilai salah satu kendala utama dalam pemerataan jaringan listrik adalah masih terbatasnya akses infrastruktur jalan menuju lokasi pemasangan jaringan listrik.

“Kami meminta dan memohon keterlibatan PBS perkebunan kelapa sawit yang ada untuk bekerja sama, misalnya dengan membuka akses jalan. Karena salah satu kendala pemerataan listrik ini adalah belum memadainya akses jalan,” ujarnya di Sampit, Selasa (14/4/2026).

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, persoalan listrik masih menjadi keluhan utama masyarakat, terutama di daerah pemilihan (Dapil) III yang mencakup Kecamatan Pulau Hanaut. Wilayah tersebut terpisah oleh Sungai Mentaya dan selama ini masih bergantung pada suplai listrik dari Kecamatan Seranau.

Namun, jarak yang jauh serta kondisi kawasan hutan di sepanjang jalur distribusi membuat pasokan listrik kerap tidak stabil.

“Contohnya di Desa Bapinang, untuk menyalakan kipas angin saja tidak bisa, apalagi untuk pompa air,” ungkapnya.

Ia juga menyebut gangguan jaringan sering terjadi saat musim hujan maupun ketika hewan seperti monyet melintas di kabel listrik, yang menyebabkan pemadaman berlangsung hingga berhari-hari.

Akhyannoor menegaskan bahwa keterbatasan akses jalan juga menjadi faktor yang memperlambat penanganan gangguan listrik di lapangan.

“Dengan adanya akses jalan, kalau ada gangguan petugas bisa cepat datang. Kalau tidak ada, tentu akan sulit untuk memperbaiki,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa proyek penyambungan listrik dari Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara menuju Pulau Hanaut saat ini sedang dikerjakan oleh PLN dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan.

DPRD bersama pemerintah daerah terus mengawal proyek tersebut agar dapat berjalan tepat waktu sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan listrik bagi masyarakat.

“Harapan kami tidak hanya di wilayah itu saja, tetapi voltase listrik di seluruh Kotim bisa stabil. Dengan begitu, pemerataan penerangan di Kotim bahkan hingga wilayah sekitar juga bisa lebih baik,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard