Lewati ke konten utama
Pemkab Seruyan

Pemkab Seruyan Matangkan Strategi Sanitasi 2026-2030, Dorong Pembangunan Terpadu dan Berkelanjutan

Redaksi 15-04-2026, 04:10 WIB 1 menit baca
Bapperida Kabupaten Seruyan melaksanakan rapat koordinasi pematangan Strategi Sanitasi. (FOTO: ISTIMEWA)
Bapperida Kabupaten Seruyan melaksanakan rapat koordinasi pematangan Strategi Sanitasi. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan mengikuti kegiatan fasilitasi pemaparan dan penjelasan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2026-2030 pada Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah dan bertujuan untuk menyempurnakan dokumen strategi sanitasi sebagai acuan pembangunan yang terpadu dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bapperida Kabupaten Seruyan, Agung Setiawan, serta difasilitasi oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kalimantan Tengah melalui Kepala Seksi Pelaksana II, Lorentz TP Napitupulu. Turut hadir sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi, di antaranya Bapperida, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, serta Dinas Kominfosandi Kabupaten Seruyan.

Dalam pemaparannya, Agung Setiawan menjelaskan bahwa program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) akan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga serta penguatan tata kelola persampahan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Sejauh ini Kabupaten Seruyan telah memiliki berbagai infrastruktur pendukung, seperti tempat pembuangan akhir (TPA), TPS3R, bank sampah, armada pengangkut, TPS, hingga ratusan tong sampah yang tersebar di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak balai memberikan sejumlah masukan agar rencana yang telah disusun tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Selain itu, ditekankan pula pentingnya koordinasi lintas sektor serta penyelesaian cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi program.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2026–2030 dapat menjadi lebih matang, aplikatif, dan mampu mendorong peningkatan kualitas sanitasi masyarakat di Kabupaten Seruyan secara berkelanjutan. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard