Lewati ke konten utama
Provinsi

Kebutuhan Hewan Kurban di Kotim 2026 Diprediksi Meningkat, Stok Masih Kurang

Redaksi 17-04-2026, 03:02 WIB 1 menit baca
Petugas Dinas Kesehatan Pertanian Kotim melaksanakan pemeriksaan kesehatan. (FOTO:ISTIMEWA)
Petugas Dinas Kesehatan Pertanian Kotim melaksanakan pemeriksaan kesehatan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merilis estimasi kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Berdasarkan data sementara, jumlah kebutuhan masih belum sepenuhnya terpenuhi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengungkapkan bahwa kebutuhan sapi diperkirakan mencapai 1.114 ekor, namun masih kekurangan sekitar 651 ekor. Sementara itu, kebutuhan kambing tercatat sebanyak 448 ekor dengan kekurangan sekitar 303 ekor.

“Data ini kami peroleh dari para pengepul. Untuk perkembangan selanjutnya, apakah target tersebut dapat terpenuhi atau tidak, akan terus kami pantau,” ujar Yephi, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, proses pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban akan mulai dilakukan paling lambat dua minggu sebelum hari raya atau H-14.

“Pemeriksaan akan disesuaikan dengan kedatangan hewan kurban di titik-titik penjualan. Semua hewan yang masuk akan kami cek kesehatannya,” jelasnya.

Menurutnya, hewan kurban yang dinyatakan sehat dan layak potong nantinya akan diberi tanda khusus dari dinas sebagai bentuk jaminan kelayakan.

Selain itu, Yephi juga memprediksi adanya kenaikan harga hewan kurban pada tahun ini. Kenaikan diperkirakan berada di kisaran 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan harga ini wajar karena mengikuti peningkatan permintaan menjelang Iduladha,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga hewan kurban tidak akan berdampak signifikan terhadap harga daging di pasaran.

“Yang mengalami kenaikan itu harga ternaknya. Sementara daging kurban tidak diperjualbelikan secara umum, sehingga pengaruhnya terhadap harga daging di pasar relatif kecil,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard