Lewati ke konten utama
Provinsi

Antrean Solar Mengular di Sampit, Sopir Truk Keluhkan Distribusi dan Maraknya Pelangsir

Redaksi 17-04-2026, 08:21 WIB 2 menit baca
Antrean panjang di Jalan MT Haryono Barat membuat sedikit membuat kemacetan. (FOTO: SEPUTARBORNEO)
Antrean panjang di Jalan MT Haryono Barat membuat sedikit membuat kemacetan. (FOTO: SEPUTARBORNEO)

SB, SAMPIT – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali menjadi sorotan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kondisi ini dikeluhkan para sopir truk, khususnya angkutan crude palm oil (CPO), yang mengaku semakin kesulitan mendapatkan solar dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan berat tampak mengular sejak pagi hari, bahkan sebagian sopir harus datang sejak dini hari untuk mendapatkan giliran pengisian.

Salah seorang sopir truk CPO, Marno, mengungkapkan dirinya harus mengantre sejak pukul 05.00 WIB di SPBU Jalan MT Haryono. Namun hingga berjam-jam kemudian, ia belum juga mendapatkan solar.

“Kami antre dari pagi jam lima sampai sekarang belum tentu dapat. Kadang sampai malam baru terisi, itu pun harus bersaing dengan yang lain,” ujarnya saat ditemui, Jumat (17/4/2026).

Menurut Marno, salah satu penyebab utama panjangnya antrean adalah distribusi bio solar yang dinilai belum maksimal, ditambah maraknya pelangsir atau pengecer yang ikut mengambil jatah di SPBU.

“Masalahnya ada di bio solar, banyak juga pelangsir eceran yang ambil. Akhirnya kami sopir truk mau tidak mau harus menunggu antrean panjang,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berdampak pada pekerjaannya. Jika biasanya dalam satu hari bisa melakukan hingga tiga kali pengangkutan, kini hanya mampu satu kali perjalanan akibat waktu yang habis di antrean.

“Biasanya satu hari bisa tiga rit, sekarang paling satu rit saja. Kalau antre begini terus, kami jadi bingung, belum tentu juga kebagian karena antreannya panjang,” keluhnya.

Marno juga menceritakan pengalamannya sehari sebelumnya yang harus mengantre hingga malam hari tanpa kepastian.

Ia menyebut sempat mendapat informasi bahwa pasokan solar di SPBU belum tersedia.

“Kemarin saya antre dari jam lima pagi sampai jam sembilan malam. Katanya tengki solar belum datang. Pas sudah datang pun, kami harus gantian lagi dengan pelangsir,” tuturnya.

Para sopir berharap ada penertiban distribusi dan pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran solar bersubsidi agar tepat sasaran.

Mereka juga meminta pihak terkait segera mencari solusi agar antrean panjang tidak terus berulang dan menghambat aktivitas distribusi barang di daerah tersebut. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard