Lewati ke konten utama
Provinsi

Bulog Sampit Pastikan Stok Bantuan Pangan Aman, 6.900 Ton Beras Siap Salurkan ke Tiga Kabupaten

Redaksi 18-04-2026, 11:00 WIB 1 menit baca
Kepala perumahan Bulog Sampit, Muhammad Azwar Fuad
Kepala perumahan Bulog Sampit, Muhammad Azwar Fuad

SB, SAMPIT – Perum Bulog Cabang Sampit memastikan ketersediaan stok bantuan pangan tahap II dalam kondisi aman, khususnya untuk komoditas beras dan minyak goreng.

Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan nasional tersebut telah mulai dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah.

“Penyaluran sudah dimulai. Bantuan pangan ini merupakan program nasional dan kami pastikan stok kita aman,” ujar Azwar, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 6.900 ton dengan ketahanan hingga sembilan bulan ke depan. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan distribusi di tiga kabupaten, yakni Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan.

“Stok beras CBP kita saat ini sekitar 6.900 ton. Sementara kebutuhan bantuan pangan untuk tiga kabupaten hanya sekitar 1.200 ton, jadi sangat aman,” jelasnya.

Azwar menegaskan, program bantuan pangan ini telah dirancang secara sistematis dengan distribusi terukur dari pusat hingga daerah. Pasokan dari produsen ke Bulog juga telah disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat.

“Karena ini program nasional, suplai dari pabrik ke Bulog sudah disesuaikan dengan jumlah penerima. Jadi bahan pangan dipastikan aman,” tegasnya.

Beras yang disalurkan merupakan beras medium dari CBP yang kualitasnya setara dengan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Saat ini, distribusi bantuan sudah mulai berjalan di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Baamang. Penyaluran ditargetkan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

“Penyaluran sudah mulai, baru di Baamang. Dari Bapanas, target penyelesaian sampai 31 Mei,” ungkapnya.

Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan.

“Per kepala keluarga total menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” pungkas Azwar.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan di wilayah Kalimantan Tengah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard