Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad korban. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, KASONGAN – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Katingan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, resmi ditutup pada Sabtu (18/04/2026). Korban akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian.
Korban diketahui bernama Tri Widiatmoko (32), warga Desa Talangkah. Ia sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis (16/04/2026) sore saat mandi di tepi Sungai Katingan. Diduga kuat, derasnya arus sungai membuat korban terseret dan tenggelam sebelum sempat diselamatkan oleh rekan-rekannya yang berada di lokasi.
Sejak laporan pertama diterima, upaya pencarian langsung dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Palangka Raya, BPBD Kabupaten Katingan, Satpolairud Polres Katingan, PMI, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan pemantauan di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB. Tim SAR menerima laporan dari warga terkait penemuan sesosok jenazah yang terapung di sungai.
Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Ridwan, menjelaskan bahwa tim segera bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi tersebut.
“Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung menuju titik yang dimaksud. Korban ditemukan sekitar 20 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Mas Amsyar Kasongan untuk penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, yang memantau jalannya operasi, secara resmi menutup operasi SAR setelah korban ditemukan. Ia menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada keluarga, maka operasi dinyatakan selesai.
“Terima kasih atas kerja keras dan sinergi seluruh unsur yang terlibat di lapangan sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan cepat,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama di musim dengan arus yang cenderung deras dan tidak menentu. (sb/*)