Lewati ke konten utama
Provinsi

Profesor Jadi Figur Paling Diunggulkan Dalam Bursa Rektor UPR

Redaksi 20-04-2026, 01:59 WIB 2 menit baca
Tim survei In Depth Politics memperlihat hasil survei mereka terhadap calon rektor berdasarkan keterangan mahasiswa. (FOTO:ISTIMEWA)
Tim survei In Depth Politics memperlihat hasil survei mereka terhadap calon rektor berdasarkan keterangan mahasiswa. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Menjelang pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), arah preferensi mahasiswa mulai terlihat jelas. Hasil survei terbaru menunjukkan sosok dari kalangan profesor atau guru besar menjadi figur paling diunggulkan untuk memimpin kampus terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.

Survei yang dilakukan In Depth Politics mengungkap bahwa kekuatan utama yang diharapkan mahasiswa bukan sekadar popularitas, melainkan kombinasi integritas tinggi dan kapasitas akademik yang solid. Bahkan, 95,32 persen responden secara tegas menginginkan rektor berasal dari kalangan profesor menjadikan status akademik tertinggi itu sebagai faktor paling menonjol dalam bursa calon.

Ketua Tim Survei, Roby Krystianto, menjelaskan bahwa penelitian melibatkan 1.035 responden dari total 14.993 mahasiswa di delapan fakultas, menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error sekitar 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Mayoritas mahasiswa menempatkan kualitas akademik sebagai fondasi utama kepemimpinan. Figur profesor dinilai lebih mampu membawa UPR bersaing di level nasional maupun internasional,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Selain gelar akademik, integritas menjadi syarat mutlak. Sebanyak 95,10 persen responden menuntut calon rektor memiliki rekam jejak bersih dari korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), serta plagiarisme. Hal ini menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan kepemimpinan yang kredibel dan beretika.

Menariknya, isu kedaerahan tidak lagi menjadi pertimbangan utama. Sebanyak 88,32 persen responden menyatakan tidak setuju jika rektor harus berasal dari daerah lokal. Namun demikian, kedekatan dengan lingkungan kampus tetap penting, dengan 80,45 persen mahasiswa menginginkan figur dari internal UPR.

Dalam hal visi kepemimpinan, mahasiswa berharap rektor terpilih mampu mendorong pengembangan kompetensi akademik. Sekitar 70,11 persen responden menilai dukungan terhadap riset, pengabdian, serta jejaring nasional dan internasional sebagai prioritas.

Kebutuhan akan hibah penelitian juga menjadi sorotan. Sebanyak 72,46 persen mahasiswa menilai dukungan pendanaan bagi dosen dan mahasiswa sangat penting guna meningkatkan kualitas akademik.

Tak kalah penting, pembenahan infrastruktur kampus menjadi agenda mendesak. Sebanyak 78,21 persen responden menempatkan peningkatan sarana dan prasarana sebagai prioritas utama bagi rektor mendatang.

Di sisi komunikasi, mahasiswa menginginkan gaya kepemimpinan yang lebih terbuka dan adaptif. Sebanyak 96,18 persen responden mendukung forum diskusi terbuka seperti town hall, sementara 67,43 persen memilih komunikasi aktif melalui media sosial.

“Hasil ini bukan hanya mencerminkan preferensi mahasiswa, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa UPR membutuhkan pemimpin berkelas akademik tinggi, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutup Roby. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard