Kantor Kementerian Agama Kotim melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan keberangkatan jemaah haji. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT - Persiapan keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026 hampir rampung. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto, menyebut kesiapan jamaah saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
“Kalau persiapannya dari jamaah sudah boleh dibilang 90 persen, tinggal menunggu koper saja, sudah siap berangkat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, jumlah jamaah haji Kotim terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 6 sebanyak 167 orang dan kloter 19 sebanyak 4 orang.
Terkait kondisi geopolitik di Timur Tengah, Tiariyanto memastikan tidak ada dampak terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan.
“Arab Saudi juga sudah menjamin pelaksanaan musim haji 2026 tidak terdampak eskalasi,” tegasnya.
Untuk transportasi, jamaah haji akan diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Ia juga mengimbau para jamaah agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.
“Kami berharap sebelum keberangkatan tetap menjaga kesehatan, rutin olahraga, menjaga pola istirahat dan pola makan supaya nanti bisa tetap istiqomah saat menjalankan ibadah,” katanya.
Dari sisi usia, jamaah haji tertua asal Kotim berusia 77 tahun, sedangkan yang termuda berusia 24 tahun. Mayoritas jamaah berada pada rentang usia di atas 40 hingga 45 tahun.
“Untuk jamaah termuda, ia berangkat menggantikan anggota keluarga yang meninggal dunia,” ungkap Tiariyanto.
Sementara itu, keberangkatan jamaah melalui embarkasi Banjarmasin dinilai sangat membantu, karena jarak tempuh yang lebih dekat sehingga mengurangi kelelahan jamaah.
“Dengan embarkasi melalui Banjarmasin yang difasilitasi pemerintah daerah, ini sangat membantu karena memperdekat jarak sehingga jamaah tidak terlalu lelah dalam perjalanan,” pungkasnya. (f1/sb)