Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Apresiasi Kehadiran Sekolah Alam, Dorong Pembelajaran Bermakna dan Berkarakter

Redaksi 24-04-2026, 02:32 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia menghadiri peletakan batu pertama pembangunan sekolah alam. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia menghadiri peletakan batu pertama pembangunan sekolah alam. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Yolanda Lonita Fenisia, meapresiasi terhadap kehadiran sekolah alam yang dinilai sejalan dengan program pendidikan nasional.

Menurutnya, konsep sekolah alam mendukung penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan aspek pembelajaran bermakna (meaningful) dan menyenangkan (joyful).

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran sekolah alam ini, karena sejalan dengan program pembelajaran mendalam yang menekankan meaningful dan joyful learning,” ujarnya, Jumat (24/4/2026)

Ia berharap, keberadaan sekolah alam dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter anak, khususnya di wilayah Kotim, sekaligus mendorong terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di tingkat global.

“Harapannya, sekolah ini dapat membentuk karakter anak-anak dan ke depan kita bisa berkolaborasi untuk menghasilkan SDM yang siap ke arah global sesuai dengan misinya,” tambahnya.

Yolanda juga menjelaskan bahwa konsep pembelajaran mendalam sebenarnya telah diterapkan di seluruh sekolah, karena merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan. Namun, implementasinya seringkali menggunakan istilah atau pendekatan yang berbeda di masing-masing sekolah.

“Pada dasarnya, pembelajaran mendalam sudah diterapkan di semua sekolah, hanya saja istilah atau penyebutannya yang berbeda-beda,” jelasnya.

Ia turut menyinggung kemiripan konsep sekolah alam dengan sekolah Adiwiyata. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan dalam penerapan.

“Sekolah Adiwiyata merupakan program sekolah hijau yang dilombakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan diterapkan secara umum. Sementara sekolah alam memiliki tema khusus, meskipun ada kemiripan dalam konsepnya,” pungkasnya (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard