Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Kasus DBD di Kotim Turun Dramatis, Warga Diingatkan Waspada di Musim Pancaroba

Redaksi 25-04-2026, 06:36 WIB 1 menit baca
Petugas melakukan fogging sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD. (FOTO: ISTIMEWA)
Petugas melakukan fogging sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang sempat melonjak pada awal tahun 2026 kini menunjukkan tren penurunan signifikan. Dalam beberapa pekan terakhir, bahkan tidak ditemukan adanya kasus baru, menandakan situasi mulai terkendali.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, sejak Januari hingga 20 April 2026 tercatat sebanyak 34 kasus DBD. Lonjakan kasus terjadi pada awal tahun, tepatnya dari minggu pertama hingga minggu ke-14. Puncak tertinggi tercatat pada minggu ketiga dengan tujuh kasus, setelah sebelumnya pada minggu pertama terdapat enam kasus.

Selain DBD, Dinkes juga mencatat adanya 12 kasus Demam Dengue (DD) dalam periode yang sama. Namun, sejak memasuki minggu ke-15 hingga saat ini, tidak ada penambahan kasus baru baik DBD maupun DD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menyampaikan bahwa meskipun tren kasus menurun, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah. Pasalnya, kondisi cuaca saat ini masih berada pada masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau, yang berpotensi memicu munculnya kembali kasus DBD.

“Walaupun kasus saat ini menurun, masyarakat harus tetap waspada. Hujan masih kerap terjadi dan berpotensi menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, terutama melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Langkah sederhana seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas dinilai efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

 

Selain itu, warga juga diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, hingga munculnya bintik merah pada kulit.

“Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard