Survei Terbuka ke Publik, In-depth Politics Ungkap Suara Mahasiswa UPR Calon Rektor
SB, PALANGKA RAYA – Lembaga konsultan politik In-depth Politics menggelar konferensi pers pada Senin, 20 April 2026 lalu, memaparkan hasil survei mendalam terkait preferensi mahasiswa terhadap figur calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR). Survei ini menjadi perhatian karena menghadirkan gambaran utuh tentang harapan, kebutuhan, dan pandangan mahasiswa terhadap kepemimpinan kampus ke depan.
Pada Senin 27 April 2026, Ketua Tim Survei In-depth Politics, Roby Krystianto kembali memberikan keterangan dalam rilis tertulis. Bahwa survei yang dilaksanakan sebelumnya dilakukan secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Ia menyebut, sebagai lembaga yang telah berbadan hukum dan terdaftar resmi di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, In-depth Politics berkomitmen menjaga objektivitas dalam setiap risetnya.
“Survei ini murni dilaksanakan secara mandiri. Kami ingin memberikan kontribusi nyata berupa data yang bisa menjadi bahan pertimbangan strategis, khususnya dalam melihat preferensi mahasiswa terhadap figur rektor,” ujar Roby dalam keterangannya.
Survei ini dilaksanakan pada 8-14 Maret 2026 dengan melibatkan 1.035 responden mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan secara digital melalui Google Forms, dengan metode Stratified Random Sampling untuk memastikan keterwakilan yang proporsional.
Penentuan jumlah sampel menggunakan Metode Slovin, menghasilkan margin of error sebesar 3% pada tingkat kepercayaan 95%. Untuk menjaga kualitas data, tim juga melakukan proses quality control terhadap seluruh respon yang masuk.
Menurut Roby, pendekatan metodologis ini dirancang agar hasil survei benar-benar mencerminkan kondisi dan pandangan mahasiswa secara akurat pada saat penelitian dilakukan.
Salah satu poin yang menjadi perhatian publik adalah pertanyaan terkait preferensi mahasiswa terhadap figur rektor yang berasal dari daerah lokal. Menanggapi hal tersebut, In-depth Politics memberikan penjelasan komprehensif.
Mereka menilai bahwa pertanyaan tersebut memiliki urgensi akademik, mengingat peluang kepemimpinan terbuka bagi figur dari dalam maupun luar daerah, sebagaimana diatur dalam regulasi nasional tentang pengangkatan pimpinan perguruan tinggi negeri.
Namun demikian, lembaga ini menegaskan bawah:
1. Hasil survei merupakan potret sesaat yang sangat mungkin dipengaruhi oleh keragaman latar belakang responden.
2. Tidak ada muatan atau tujuan untuk mengarah pada isu identitas, kesukuan, maupun pengelompokan tertentu.
3. Seluruh temuan disajikan sebagai data empiris, bukan sebagai alat untuk mendiskreditkan pihak mana pun.
“In-depth Politics tetap menjunjung tinggi prinsip akademik. Survei ini tidak dimaksudkan membangun narasi identitas, melainkan murni menggambarkan preferensi mahasiswa,” tegas Roby.
Sebagai lembaga profesional, In-depth Politics menyatakan terbuka terhadap berbagai tanggapan atas hasil survei ini. Mereka menyadari bahwa dalam dinamika akademik, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar.
“Kami menghormati segala bentuk respons, baik yang menerima maupun yang mengkritisi. Justru itu menjadi bagian penting dalam memperkaya diskursus akademik,” tambahnya.
Dengan dirilisnya hasil survei ini, diharapkan para pemangku kepentingan di lingkungan kampus dapat menjadikannya sebagai salah satu referensi dalam menentukan arah kepemimpinan Universitas Palangka Raya ke depan.
Lebih dari sekadar angka, survei ini mencerminkan suara mahasiswa kelompok yang menjadi bagian inti dari ekosistem perguruan tinggi dalam menentukan figur pemimpin yang mereka harapkan mampu membawa perubahan dan kemajuan. (*)