Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Sampah Menumpuk, DPRD Palangka Raya Soroti Minimnya Fasilitas dan Lemahnya Pengelolaan

Redaksi 28-04-2026, 10:23 WIB 2 menit baca
Hap Baperdu
Hap Baperdu

SB, PALANGKA RAYA - Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Palangka Raya. Hal ini mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, di daerah pemilihan II, yang menyerap langsung berbagai keluhan masyarakat terkait pengelolaan sampah di lingkungan permukiman.

Dalam pertemuan tersebut, Hap Baperdu menegaskan bahwa isu persampahan menjadi salah satu aspirasi utama yang paling banyak disampaikan warga dan membutuhkan penanganan serius serta berkelanjutan.

“Masalah persampahan ini dibilang gampang, tapi juga tidak gampang. Kuncinya ada pada kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia mengungkapkan, salah satu persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan fasilitas tempat pembuangan sampah di sejumlah kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah karena tidak semua wilayah memiliki tempat penampungan sementara yang memadai.

“Banyak kawasan permukiman yang belum memiliki fasilitas tempat pembuangan yang cukup. Akibatnya, sampah menumpuk dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan serta kesehatan,” jelasnya.

Menurut Hap, pemerintah kota perlu segera menyusun rencana induk pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menilai, setiap pengembangan wilayah baru seharusnya sudah dibarengi dengan perencanaan sistem pengelolaan sampah yang matang.

“Ketika suatu wilayah dikembangkan, harus sudah ada perencanaan terkait pengelolaan sampahnya, mulai dari tempat pembuangan sementara, bank sampah, hingga pusat pengumpulan. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang,” tegasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Hap juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya melalui edukasi dan perubahan perilaku sejak dari rumah tangga.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Pemilahan sampah dari rumah harus mulai dibiasakan, karena ini dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA),” katanya.

Ia berharap, dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, persoalan sampah di Kota Palangka Raya dapat diatasi secara bertahap dan tidak lagi menjadi masalah berkepanjangan.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita atasi. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, masyarakat juga harus terlibat aktif,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard