Miris! Jembatan Penghubung Antar Kecamatan Ini Hanya Bertahan dari Kayu Lapuk
SB, SAMPIT – Kondisi jembatan penghubung antara Kecamatan Cempaga dan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, kian memprihatinkan. Berlokasi di Desa Batuah, infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas warga itu hingga kini belum juga mendapat sentuhan pembangunan permanen.
Jembatan tersebut masih berupa susunan kayu sederhana yang tampak rapuh dan tidak layak. Selain rawan rusak, permukaannya juga licin, terutama saat musim hujan, sehingga membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari.
Padahal, keberadaan jembatan ini sangat vital. Jalur tersebut menjadi akses utama bagi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pelajar menuju sekolah, tenaga kesehatan yang bertugas, hingga pedagang dan pekebun yang mengangkut hasil usaha mereka ke pasar.
“Kalau musim hujan, jembatan ini makin licin dan rawan. Kami selalu khawatir, terutama saat anak-anak berangkat sekolah,” ungkap Risda, salah seorang warga, Rabu (6/5/2026).
Menurut warga, kondisi ini bukan hal baru. Jembatan tersebut sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan berarti, meskipun perannya sangat penting sebagai penghubung antar kecamatan. Minimnya perhatian membuat warga harus ekstra hati-hati setiap kali melintas.
Tak jarang, aktivitas masyarakat terganggu akibat kondisi jembatan yang tidak memungkinkan untuk dilewati, terutama saat cuaca buruk. Beberapa warga bahkan memilih menunda perjalanan demi menghindari risiko kecelakaan.
Masyarakat Desa Batuah pun mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap adanya pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh, aman, dan mampu menunjang aktivitas warga secara maksimal.
“Ini akses utama kami. Kami sangat berharap segera dibangun jembatan yang kuat dan aman,” harap Risda. (f1/sb)