Sempat Tertunda Karena Sakit, Pasutri Jemaah Haji Kotim Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
SB, SAMPIT - Perjalanan ibadah haji pasangan jemaah asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Sahnul Basri (60) dan istrinya Siti Jamilah Rizkiman (56), sempat tertunda akibat kondisi kesehatan yang menurun saat proses keberangkatan.
Pasangan tersebut sebelumnya dijadwalkan berangkat bersama Kloter BDJ 06 pada 2 Mei 2026. Namun, di tengah perjalanan menuju embarkasi, Sahnul mengalami sesak napas sehingga harus mendapat penanganan medis intensif.
Setibanya di Banjarbaru, tim medis langsung membawa Sahnul ke ruang ICU untuk menjalani perawatan. Kondisi tersebut diduga dipicu riwayat penyakit jantung yang dideritanya.
Selama menjalani perawatan, sang istri memilih tetap mendampingi suaminya di rumah sakit dan menunda keberangkatan hajinya.
“Selama dirawat, istrinya terus mendampingi,” ujar Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kotim, Tiariyanto, Kamis (7/5/2026).
Setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari, kondisi kesehatan Sahnul berangsur membaik. Ia kemudian dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa hingga akhirnya dinyatakan sehat dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit pada 4 Mei 2026.
“Setelah dirawat inap selama tiga hari, yang bersangkutan dinyatakan sehat dan dijemput BKK untuk dibawa ke asrama haji guna ditempatkan pada gedung khusus bagi jemaah yang tertunda keberangkatannya, sambil menunggu jika ada open seat pada keberangkatan kloter selanjutnya,” jelas Tiariyanto.
Kabar baik akhirnya datang setelah Sahnul dinyatakan laik terbang. Bersama istrinya, ia diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Kloter BDJ 09 pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 09.05 WITA.
Keduanya bergabung dengan rombongan jemaah asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Tiariyanto berharap kondisi kesehatan pasangan tersebut tetap stabil sehingga dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar hingga kembali ke tanah air. (f1/sb)