Lewati ke konten utama
Provinsi

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat, Waspada Banjir dan Longsor

Redaksi 16-05-2026, 08:16 WIB 1 menit baca
Kondisi suasana di Kota Sampit pasca diguyur hujan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kondisi suasana di Kota Sampit pasca diguyur hujan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada periode 14 hingga 16 Mei 2026. Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dalam rilis resmi BMKG pada Jumat (15/5/2026), hujan yang terjadi di sejumlah wilayah berpotensi disertai petir, angin kencang hingga puting beliung.

“Berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi adanya daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi itu dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

“Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga mendukung terbentuknya awan hujan,” lanjut BMKG.

Peringatan dini ini menjadi perhatian serius, mengingat dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Kotim terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut.

Bahkan hingga saat ini, banjir masih terjadi di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, yang menyebabkan akses jalan dan permukiman warga terendam air.

Selain Kotim, BMKG juga memprediksi potensi hujan lebat terjadi di wilayah Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau hingga Palangka Raya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard