Lewati ke konten utama
Provinsi

Lansia di Bukit Santuai Hilang Sejak Sepekan

Redaksi 16-05-2026, 02:54 WIB 2 menit baca
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap lansia yang hilang. (FOTO: ISTIMEWA)
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap lansia yang hilang. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Seorang lanjut usia bernama Anudin alias Aket (65), warga Dusun Danau Purun, Desa Tumbang Payang, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini masih belum ditemukan setelah dilaporkan hilang sejak Sabtu (9/5/2026).

Korban yang juga dikenal dengan panggilan Bapak Yusuf itu dilaporkan hilang sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Dusun Danau Purun. Hingga Jumat (15/5/2026), tim SAR gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Kepala BPBD Kotim, Multazam mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan proses pencarian yang dilakukan tim di lapangan.

“Pencarian langsung dilaksanakan oleh Pos SAR Sampit. Terakhir kami memonitor pada Selasa bersama Camat Bukit Santuai. Korban ini merupakan orang tua yang dulunya pernah bekerja di PT Sarpatim,” kata Multazam, Sabtu (16/5/2026).

Operasi pencarian dilakukan oleh Pos SAR Sampit bersama unsur terkait dan warga setempat. Namun hingga hari keempat pencarian, keberadaan korban masih belum diketahui.

Koordinator Lapangan Pos SAR Sampit, Ridwan menyampaikan, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban selama proses penyisiran berlangsung.

“Pencarian belum ada hasil. Hari ini sudah memasuki hari keempat,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, operasi SAR direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Setelah masa pencarian berakhir, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama keluarga terkait langkah selanjutnya.

“Nanti setelah hari ketujuh akan dimusyawarahkan bersama pihak keluarga terkait kelanjutan pencarian,” jelasnya.

Ia menambahkan, keputusan penghentian ataupun perpanjangan operasi pencarian akan menunggu hasil evaluasi dan arahan pimpinan.

“Setelah tujuh hari nanti akan menunggu keputusan pimpinan apakah pencarian dihentikan atau dilanjutkan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Bukit Santuai, Agus Saptono mengungkapkan, sebelum dilaporkan hilang kondisi korban memang sedang kurang sehat dan kerap sakit-sakitan.

“Memang sebelum hilang kondisi beliau kurang sehat dan sering sakit,” ungkap Agus.

Menurutnya, korban tinggal di basecamp PT Sarpatim bersama anaknya yang bekerja di perusahaan tersebut.

“Semasa muda, korban juga pernah bekerja di perusahaan itu sebelum akhirnya pensiun," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard