Harga Sapi Kurban Meroket Naik, Peminat Pembeli Berkurang
SB, SAMPIT - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, pedagang sapi kurban di Sampit mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat. Kenaikan harga hewan kurban yang dipicu mahalnya biaya transportasi, vaksinasi hingga karantina membuat penjualan tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Salah seorang pengepul dan pedagang sapi kurban di Jalan Semekto, Sampit, Sugito mengatakan, tahun ini dirinya hanya mendatangkan sekitar 90 ekor sapi. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 150 ekor.
“Sekarang hanya mendatangkan sekitar 90 ekor karena harga sapi mahal, jadi kami mendatangkan sesuai pesanan pelanggan,” ujar Sugito, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya. Harga jual pun bervariasi tergantung ukuran dan bobot hewan.
Untuk sapi berbobot sekitar 100 kilogram, harga dipatok sekitar Rp27 juta per ekor. Sementara sapi dengan ukuran lebih besar dijual mulai Rp34 juta hingga Rp56 juta.
“Ada yang Rp34 juta, Rp35 juta, Rp37 juta sampai Rp56 juta,” katanya.
Menurut Sugito, sapi dengan kisaran harga Rp34 juta hingga Rp37 juta menjadi yang paling diminati pembeli. Namun, stok yang tersedia saat ini hanya tersisa sekitar 20 ekor.
Ia menilai, penurunan minat beli masyarakat tahun ini mencapai hampir 40 persen. Kondisi ekonomi yang belum stabil disebut menjadi salah satu faktor utama lesunya penjualan hewan kurban.
“Sekarang apa-apa mahal, ditambah ada pemangkasan anggaran pegawai, jadi minat beli turun hampir 40 persen,” ungkapnya.
Tidak hanya sapi, harga kambing kurban juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Harga disesuaikan dengan ukuran dan berat hewan.
Sugito menambahkan, kenaikan harga hewan kurban dipengaruhi mahalnya ongkos pengiriman serta biaya vaksinasi dan karantina hewan yang kini mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.
“Biaya karantina dan vaksin sekarang bisa sampai dua sampai tiga juta per ekor. Tapi semua hewan di sini sudah divaksin dan dijamin sehat,” tegasnya.
Meski daya beli masyarakat menurun, Sugito tetap optimistis penjualan hewan kurban akan meningkat mendekati Hari Raya Iduladha. Ia juga mengajak masyarakat yang ingin membeli hewan kurban untuk datang langsung ke lokasi penjualan di Jalan Semekto, Sampit. (f1/sb)