Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Jalan Menuju Ujung Pandaran Akan Diperbaiki, DPRD Kalteng Sebut Anggaran Disiapkan Rp 30 M

Redaksi 26-05-2026, 11:05 WIB 2 menit baca
Tampak kondisi Jalan menuju Pantai Ujung Pandaran saat ini. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Tampak kondisi Jalan menuju Pantai Ujung Pandaran saat ini. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Kerusakan ruas Jalan HM Arsyad yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi jalan yang berlubang dan mengalami pengelupasan aspal dinilai mengganggu aktivitas warga, distribusi logistik, hingga perjalanan wisatawan menuju wilayah pesisir selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Anggota DPRD Provinsi Kalteng daerah pemilihan Kotim, Sutik, memastikan pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas jalan tersebut pada tahun 2026.

“Insya Allah untuk jalan Sampit ke Bagendang sampai Ujung Pandaran tahun ini ada. Itu sudah dibahas, tinggal pengerjaan saja. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Sutik, dirinya telah meninjau langsung kondisi jalan di lapangan. Ia mengakui sejumlah titik mengalami kerusakan cukup serius, terutama di kawasan menuju Bagendang hingga Ujung Pandaran. Namun, kerusakan dinilai tidak terjadi di seluruh ruas jalan.

“Saya juga sudah cek langsung ke lapangan. Jalannya memang rusak, tapi bukan semuanya hancur total. Banyak yang aspalnya habis dan terkelupas. Jadi saya harapkan nanti yang diprioritaskan dulu titik yang paling parah,” katanya.

Ia menyebut anggaran yang disiapkan untuk penanganan jalan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 miliar.

Usulan perbaikan itu, lanjutnya, berasal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses dan telah masuk dalam pembahasan pembangunan daerah.

“Kurang lebih sekitar Rp30 miliar. Itu hasil usulan masyarakat juga waktu reses dan sudah diparipurnakan,” jelasnya.

Sutik menambahkan, perbaikan kemungkinan dilakukan secara bertahap apabila anggaran yang tersedia belum mampu menangani seluruh titik kerusakan sekaligus. Karena itu, pemerintah diminta memprioritaskan ruas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.

“Kalau dananya cukup tentu bagus semuanya diperbaiki. Tapi kalau belum cukup, ya yang rusak parah dulu diprioritaskan,” tegasnya.

Ruas Jalan HM Arsyad sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kota Sampit dengan kawasan pesisir selatan Kotim, termasuk objek wisata Pantai Ujung Pandaran serta akses menuju Kabupaten Seruyan. Kerusakan jalan selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena memicu kemacetan dan membahayakan pengendara, terutama saat arus wisata meningkat dan kendaraan bertonase besar melintas.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah memasukkan ruas HM Arsyad menuju Samuda hingga Ujung Pandaran sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur jalan di Kotim. Namun, sejumlah proyek sempat terdampak efisiensi anggaran sehingga pengerjaan dilakukan secara bertahap.

Selain menyoroti infrastruktur jalan, Sutik juga menyinggung dampak kebijakan pusat terhadap sektor perkebunan sawit dan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait kenaikan harga pupuk dan bahan bakar minyak (BBM).

“Nanti habis lebaran saya akan rapat lagi di Komisi II supaya dicari jalan terbaik agar petani tidak terlalu terdampak dan tidak terjadi gejolak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh kebijakan pemerintah pusat tetap harus dijalankan bersama demi perbaikan tata kelola ke depan.

“Kalau itu aturan negara ya mau tidak mau harus diikuti. Kita orang negara harus ikut aturan,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard