Kepala BPBD Kotim, Multazam
SB, SAMPIT – Menguatnya dolar AS mulai berdampak pada operasional BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah peralatan kebencanaan yang masih bergantung pada produk impor berpotensi mengalami kenaikan harga.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya kini melakukan efisiensi, terutama dalam penggunaan bahan bakar dan mobilitas armada.
“Penggunaan BBM harus lebih hemat. Kendaraan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
BPBD juga lebih banyak menggunakan kendaraan roda dua untuk patroli wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena dinilai lebih hemat dan efektif.
Meski melakukan penghematan, Multazam menegaskan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan karhutla tetap menjadi prioritas utama.
“Yang penting kesiapsiagaan tetap berjalan dan penanganan bencana tetap optimal,” tegasnya. (f1/sb)