RSUD dr Murjani Terapkan Standar Pelayanan Gizi untuk Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien
SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penerapan standar pelayanan di Instalasi Pelayanan Makanan (Gizi). Pelayanan tersebut mencakup konsultasi dan asuhan gizi bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan mengedepankan mutu layanan dan keselamatan pasien.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, mengatakan pelayanan gizi menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien karena penanganan nutrisi yang tepat dapat mendukung keberhasilan terapi medis.
“Pelayanan gizi diberikan secara terstruktur mulai dari asesmen, diagnosis gizi, intervensi, monitoring hingga evaluasi sesuai kondisi dan penyakit pasien. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang sesuai standar,” ujar Yulia, Senin (22/6/2026)
Untuk pasien rawat jalan, layanan diberikan kepada pasien yang memperoleh rujukan dari dokter poliklinik maupun dokter luar rumah sakit. Setelah mendapatkan rujukan, pasien akan menjalani konsultasi di Klinik Gizi dan mendapatkan pendampingan dari tenaga nutrisionis.
Sementara itu, bagi pasien rawat inap, pelayanan gizi dilakukan berdasarkan instruksi dokter yang menentukan kebutuhan diet sesuai kondisi penyakit. Petugas gizi kemudian melakukan pengkajian, pemantauan, evaluasi, hingga penyesuaian pola makan pasien selama menjalani perawatan.
Layanan konsultasi gizi tersedia setiap Senin hingga Sabtu pukul 09.00–13.00 WIB untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap. Bagi peserta BPJS Kesehatan, pelayanan diberikan tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Yulia menjelaskan, Instalasi Gizi didukung berbagai sarana dan fasilitas seperti ruang konsultasi, peralatan antropometri, media edukasi gizi, hingga perangkat administrasi dan pelaporan. Selain itu, pelayanan ditangani oleh tenaga profesional yang terdiri dari nutrisionis, pengantar makanan, dan pramu.
“Sebanyak 46 petugas terlibat dalam pelayanan gizi, terdiri dari satu kepala ruang, 20 nutrisionis, 10 pengantar makanan, dan 15 pramu. Seluruh pelayanan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pasien," pungkasnya. (f1/sb)