Bupati Kotim, H Halikinnor menyerahkan Laporan Ranperda APBD. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada dana transfer pusat.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kondisi fiskal daerah saat ini masih belum ideal karena masih bergantung pada pemerintah pusat.
“Ruang fiskal kita semakin sempit dan masih sangat tergantung pada transfer pusat, ini berdampak pada pelaksanaan program daerah,” kata Halikinnor dalam rapat paripurna DPRD Kotim, Senin (22/6/2026).
Ia menyebut, Pemkab Kotim terus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah melalui optimalisasi pajak, retribusi, aset daerah, serta penguatan BUMD. “Kami terus menggali potensi pendapatan daerah dan meningkatkan kinerja BUMD,” ujarnya.
Halikinnor juga menegaskan digitalisasi sistem pajak dan retribusi terus diperkuat untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
“Pelayanan pajak sudah kita dorong melalui sistem digital e-pendapatan,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh program pembangunan tetap diprioritaskan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat.
“Semua program tetap kita arahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan Standar Pelayanan Minimal,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi masukan DPRD Kotim dan berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif terus terjaga. (f1/sb)