Terpidana Sunardi yang dibawa Tangkap Buron Kejaksaan Agung. FOTO : PUSAT PENERANGAN HUKUM KEJAKSAAN AGUNG
SB, KALBAR - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Riau. Terpidana Sunardi (47) diamankan di Kebon Kelapa Sawit Desa Sungsung Sambas, pada Rabu (22/2/2023) Pukul 16:30 WIB.
Terpidana Sunardi tempat tinggal Desa Bukit Lipai RT.05/RW.02, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Dr Ketut Sumedana, dalam siaran pers menjelaskan Sunardi merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif yang dicairkan, kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Rahayu Makmur di Desa Bukit Lipai Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu Propinsi Riau pada Tahun 2011, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2.805.834.614,00.
Lanjut Kapuspenkum, berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor: 85/Pid.Sus-TPK/2017/PN Pbr tanggal 28 Februari 2018, Terpidana Sunardi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dan oleh karenanya dijatuhi pidana penjara selama 8 tahun, pidana denda sebesar Rp200.000.000,00, dan membayar uang pengganti sejumlah Rp2.805.834.614,00.
"Terpidana Sunardi diamankan, karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, dan oleh karenanya Terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," tegas Ketut Sumedana.
Kata Kapuspenkum, dalam proses pengamanan, Terpidana bersikap kooperatif sehingga proses berjalan dengan lancar, dan setelah berhasil diamankan. Selanjutnya Terpidana dibawa oleh Tim Tabur, menuju Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk dilakukan serah terima kepada Kejaksaan Tinggi Riau.
Kapuspenkum menegaskan melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum.
"Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri, dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," tandasnya. (adm)