Dekan Fakultas Kedokteran UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani (dua dari kiri) foto bersama dengan para calon rektor. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Di tengah persaingan pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030 yang dipenuhi berbagai janji dan program unggulan, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani, mengingatkan agar komitmen para kandidat tidak berhenti di atas kertas.
Menurutnya, Fakultas Kedokteran membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar visi yang disampaikan saat kampanye. Dukungan penuh dari rektor terpilih dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan fakultas yang selama ini terus berkembang dan menjadi salah satu andalan UPR.
"Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi rektor, kami berharap benar-benar merealisasikan program pengembangan Fakultas Kedokteran. Yang kami butuhkan adalah aksi nyata, bukan sekadar janji," tegas Natalia.
Ia menjelaskan, masih banyak kebutuhan strategis yang harus segera diwujudkan, mulai dari penguatan laboratorium, peningkatan kualitas dosen, penambahan fasilitas pendidikan, hingga percepatan pembukaan Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Program Studi Kedokteran Gigi.
Menurut Natalia, pengembangan Fakultas Kedokteran bukan hanya berdampak bagi kemajuan fakultas semata, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah melalui lahirnya tenaga medis yang kompeten.
Saat ini Fakultas Kedokteran UPR telah memiliki lima program studi, yakni Sarjana Kedokteran, Program Profesi Dokter, Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Magister Ilmu Biomedis, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dua program studi baru, yakni Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Gigi, masih dalam proses pengembangan.
Dari sisi sumber daya manusia, Fakultas Kedokteran terus menunjukkan perkembangan. Saat ini terdapat 62 dosen dokter yang aktif mengajar, didukung lima dosen bergelar doktor, dan dalam waktu dekat akan bertambah empat doktor baru. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset apabila dibarengi dukungan anggaran serta kebijakan dari pimpinan universitas.
Natalia juga mengungkapkan bahwa Fakultas Kedokteran merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi Universitas Palangka Raya. Karena itu, menurutnya, sudah selayaknya pengembangan fakultas menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinan rektor mendatang.
"Fakultas Kedokteran memiliki potensi besar untuk membawa UPR semakin maju. Kami siap memberikan kontribusi maksimal, tetapi tentu membutuhkan dukungan penuh dari pimpinan universitas agar seluruh program pengembangan dapat direalisasikan lebih cepat," pungkasnya. (sb/*)