seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Terlibat Kecelakaan, Pengendara Terjepit dan Meninggal Dunia

by Redaksi - Tanggal 11-07-2026,   jam 08:49:00
Tim SAR Basarnas evakuasi korban kecelakaan di Jalan G Obos. (FOTO: ISTIMEWA) Tim SAR Basarnas evakuasi korban kecelakaan di Jalan G Obos. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Suasana dini hari di Jalan G Obos, Kota Palangka Raya, mendadak berubah mencekam setelah sebuah mobil mengalami kecelakaan hebat, Sabtu (11/7/2026). Benturan keras membuat pengemudinya terjepit di balik kemudi, memaksa Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi menggunakan peralatan ekstrikasi.

Korban diketahui bernama Masius Joni (31), warga Desa Tumbang Kalang. Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya sekitar pukul 03.30 WIB, korban diduga kehilangan konsentrasi akibat kelelahan saat mengemudi hingga mobil yang dikendarainya menabrak kendaraan lain. Akibat benturan tersebut, bagian depan kendaraan ringsek dan korban tidak dapat keluar dari dalam kabin.

Menerima laporan itu, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.42 WIB. Bersama personel Satlantas Polresta Palangka Raya, relawan, dan warga sekitar, petugas berupaya membebaskan korban yang terjepit menggunakan alat ekstrikasi.

Setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar setengah jam, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam kendaraan pada pukul 04.10 WIB. Namun nahas, nyawa Masius Joni tidak dapat diselamatkan. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, A.A. Ketut Alit Supartana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi.

"Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan respons cepat seluruh unsur SAR gabungan sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban," ujarnya.

Ketut juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh lelah atau mengantuk.

"Pastikan kondisi fisik benar-benar prima sebelum melakukan perjalanan. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu agar terhindar dari risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," pesannya.

Dalam operasi tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya bekerja sama dengan Satlantas Polresta Palangka Raya, Relawan Putra Pahandut, serta masyarakat sekitar untuk mempercepat proses penanganan di lokasi kejadian. (sb/*)