seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

KARAT Dorong MBG dan Koperasi Merah Putih jadi Penggerak Ekonomi Desa

by Redaksi - Tanggal 14-07-2026,   jam 13:13:00
Pernyataan sikap KARAT dukung terhadap program MBG. Pernyataan sikap KARAT dukung terhadap program MBG.

SB, JAKARTA – Komite Almamater Rakyat Teritorial (KARAT) menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai dua program strategis yang diyakini mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pembacaan Manifesto 27 Tahun KARAT yang digelar di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Organisasi yang lahir dari gerakan rakyat sejak 1999 itu menyatakan siap mengawal pelaksanaan kedua program agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Pimpinan KARAT, Bungas T. Fernando Duling atau Nando, mengatakan MBG dan KDMP harus dijalankan secara terintegrasi karena mampu membangun rantai ekonomi yang melibatkan petani, peternak, koperasi, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

"Jika integrasi rantai pasok berjalan dengan baik, percepatan Program Koperasi Desa Merah Putih akan semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa," ujar Nando, Minggu (12/7/2026).

KARAT juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berlangsung transparan dan akuntabel. Organisasi tersebut mengusulkan tiga indikator keberhasilan, yakni tersedianya data pertumbuhan gizi masyarakat secara akurat, informasi serapan ekonomi lokal yang melibatkan UMKM, koperasi, petani, dan peternak, serta meningkatnya penyerapan tenaga kerja lokal melalui operasional dapur MBG.

Selain itu, KARAT mendukung langkah pemerintah dalam menjaga integritas program strategis nasional, termasuk melalui penegakan hukum terhadap pihak yang diduga menyalahgunakan kewenangan. Organisasi yang kini memasuki usia ke-27 tahun itu menegaskan akan terus mengawal kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat dan memperkuat pembangunan dari desa sebagai fondasi utama perekonomian nasional. (sb/*)