seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Karhutla Dekat Permukiman Warga Berhasil Dipadamkan, Diduga Unsur Kesengajaan

by Redaksi - Tanggal 14-07-2026,   jam 14:17:00
Kepulan asap tebal yang membakar lahan kosong dekat pemukiman warga. (FOTO:ISTIMEWA) Kepulan asap tebal yang membakar lahan kosong dekat pemukiman warga. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api membakar lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar di kawasan Lingkar Selatan Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (14/7/2026).

Kebakaran yang terjadi tidak jauh dari kawasan permukiman warga itu sempat menimbulkan kekhawatiran karena kobaran api bergerak mendekati rumah-rumah penduduk.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Ahdian kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sekitar pukul 16.09 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Regu III Damkar segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal sebelum memulai proses pemadaman.

Berkat penanganan cepat, api berhasil dilokalisasi pada pukul 16.53 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh di lokasi hingga operasi dinyatakan selesai pada pukul 16.59 WIB.

Komandan Regu III Damkar Kotim, Supriansyah, mengatakan lahan yang terbakar merupakan semak belukar di area kosong dengan luas sekitar satu hektare.

"Kobaran api sempat mendekati rumah warga sehingga penanganan cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke permukiman," ujarnya dalam laporan resmi.

Supriansyah menjelaskan, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan pemadam. Kondisi jalan yang sempit memaksa petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang dibawa ke lokasi.

Operasi pemadaman melibatkan satu unit mobil tangki Damkar Regu III dengan dukungan dari pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang serta Relawan Pemadam Kebakaran Kelurahan Ketapang.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, berdasarkan hasil pendataan awal, penyebab kebakaran diduga mengarah pada unsur kesengajaan (arson). Kondisi cuaca yang cerah saat kejadian juga dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera dikendalikan.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas dan mengancam permukiman maupun lingkungan sekitar.(f1/sb)