Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Siapkan Sumur Bor dan Embung Desa sebagai Solusi Jangka Panjang Krisis Air Bersih

Redaksi 23-07-2026, 10:16 WIB 2 menit baca
Wakil Bupati Kotim, Irawati meninjau penyaluran air bersih kepada masyarakat ke Teluk Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Bupati Kotim, Irawati meninjau penyaluran air bersih kepada masyarakat ke Teluk Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang rutin terjadi di wilayah selatan saat musim kemarau. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pembangunan sumur bor dan embung desa sebagai sumber cadangan air bersih bagi masyarakat.

Selama musim kemarau, sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kotim, khususnya desa-desa yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Warga selama ini masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Kondisi tersebut semakin memburuk ketika musim kemarau berkepanjangan. Persediaan air hujan menipis, sementara kualitas air di sejumlah wilayah pesisir mengalami penurunan akibat intrusi air laut.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengatakan pemerintah ingin menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air bersih setiap kali kemarau melanda.

"Ke depan saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun sumur bor yang lebih layak atau embung desa," ujar Irawati saat meninjau pendistribusian air bersih di Kecamatan Teluk Sampit, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, pembangunan sarana penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

"Sehingga ke depan tidak hanya berharap dengan pendistribusian ini saja, tapi juga ada mitigasi yang terus berkelanjutan," katanya.

Irawati menilai keberadaan sumur bor maupun embung desa menjadi kebutuhan yang mendesak, terutama bagi wilayah yang selama ini menjadi langganan krisis air bersih. Dengan adanya fasilitas tersebut, desa diharapkan memiliki cadangan air layak konsumsi yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.

"Sehingga saat kemarau tidak lagi terjadi krisis air bersih karena desa sudah mempunyai mitigasi bagaimana air layak konsumsi itu tersedia, paling tidak di kecamatan masing-masing," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah desa, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi mendukung pembangunan infrastruktur air bersih. Dengan kolaborasi tersebut, persoalan kekurangan air bersih yang berulang setiap musim kemarau di wilayah selatan Kotim diharapkan dapat diatasi secara bertahap. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard