Lewati ke konten utama
Provinsi

Tangis Keluarga Warnai Kepergian Dokter Muda Asal Kotim, Ratusan Doa Mengalir untuk Zulfikar

Redaksi 23-07-2026, 15:19 WIB 2 menit baca
Ucapan duka kepada almarhum
Ucapan duka kepada almarhum

SB, SAMPIT – Kabar duka meninggalnya dokter muda asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Zulfikar Drake (25), meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya.

Di tengah proses penyelidikan kepolisian yang masih berjalan, keluarga menyampaikan rasa kehilangan atas sosok Zulfikar yang dikenal sebagai pribadi baik dan memiliki banyak orang yang mendoakannya.

Kakak kandung almarhum, Marliana Drake, mengungkapkan kesedihannya melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, Kamis (23/7/2026). Ia menyampaikan telah menerima kepergian sang adik, meski rasa kehilangan masih begitu terasa.

Marliana mengaku terharu melihat banyaknya doa, ucapan belasungkawa, serta kesaksian dari berbagai pihak mengenai kebaikan almarhum sejak kabar duka tersebut tersebar.

"Masya Allah Tabarakallah, dari semalam enggak sepi orang bersaksi Fikar anak baik, enggak sepi orang mendoakan yang terbaik buat Fikar, enggak sepi ucapan belasungkawa yang datang pada kami. Kabar ini patah hati terberat keluarga kami," tulis Marliana.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah menghubungi keluarga karena belum dapat membalas semua pesan yang masuk.

Selain itu, Marliana meminta doa agar proses pemulangan jenazah adiknya dari Lampung menuju Sampit berjalan lancar.

"Mohon doanya teman-teman, Insya Allah besok kepulangan adik saya bisa berjalan lancar. Terima kasih untuk segala doa buat Fikar," lanjutnya.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah Muhammad Zulfikar Drake dijadwalkan tiba di Bandara H Asan Sampit pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.10 WIB. Setibanya di Sampit, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Kapten Mulyono untuk disemayamkan sebelum proses pemakaman.

Almarhum diketahui merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang tengah menjalani program internship sebagai dokter muda di RS Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

Sebelumnya, Zulfikar ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Guest House Sakinah, Kota Metro, Lampung, pada Selasa (21/7/2026) malam.

Peristiwa tersebut berawal ketika sejumlah rekan korban merasa khawatir karena Zulfikar tidak merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp. Bersama penjaga penginapan, mereka kemudian mendatangi kamar korban. Setelah pintu berhasil dibuka, korban tidak ditemukan di tempat tidur. Rekan korban kemudian menemukan Zulfikar dalam kondisi tergeletak di kamar mandi.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tim Inafis Polres Metro langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan mengatakan penyebab pasti kematian dokter muda tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi. Proses penyelidikan masih berlangsung dan setiap perkembangan akan kami sampaikan secara resmi," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan kerja korban, serta menelusuri berbagai informasi terkait untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya Muhammad Zulfikar Drake. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard