seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

SRT 55 Kotim Siapkan Generasi Baru, Bukan Sekadar Pintar tapi Juga Berkarakter

by Redaksi - Tanggal 31-07-2026,   jam 13:08:10
Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim melaksanakan MPLS. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim melaksanakan MPLS. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 Kotawaringin Timur tidak hanya berfokus mencetak peserta didik berprestasi secara akademik. Sekolah ini juga membawa misi membentuk karakter, kemandirian, dan mental kuat agar anak-anak mampu mengubah masa depan keluarganya.

Kepala SRT 55 Kotawaringin Timur, Nikkon Bhastari, mengatakan sekolah tersebut hadir sebagai ruang pendidikan yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

"Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar ilmu, tetapi tempat membentuk karakter, mentalitas, dan keterampilan hidup agar anak-anak siap menghadapi masa depan," ujar Nikkon saat kegiatan Open House dan Pra-MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di kampus permanen Wengga Metropolitan, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membuka akses pendidikan sekaligus mencetak generasi yang mandiri dan berdaya saing.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT 55 Kotim menerima 270 peserta didik baru yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Mereka akan mengikuti pendidikan dengan sistem pembinaan terpadu yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan dan tanggung jawab.

Nikkon menjelaskan, pembinaan peserta didik dilakukan melalui tiga pendamping utama, yakni guru yang membimbing pembelajaran, wali asrama yang membina kehidupan sehari-hari siswa, serta wali asuh yang memberikan pendampingan secara personal.

Selain itu, sekolah juga menerapkan pembinaan karakter melalui penghargaan bagi siswa berprestasi dan penanaman disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin anak-anak di Sekolah Rakyat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, memiliki kemampuan, dan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga serta masyarakat," katanya.

Nikkon menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Sekolah Rakyat adalah hasil kerja bersama. Dengan kolaborasi, kita bisa membangun masa depan anak-anak yang lebih baik," pungkasnya. (f1/sb)