Bupati Kotim, H Halikinnor disampingi Wabup Irawati menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Bupati Kotim Halikinnor menegaskan program Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan.
Halikinnor menyampaikan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga desil 1 hingga desil 5 agar tidak ada lagi anak yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
"Negara hadir agar semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah dan meraih cita-citanya," ujar Halikinnor saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, mulai dari tempat tinggal di asrama, makan tiga kali sehari, perlengkapan sekolah, hingga fasilitas belajar berbasis teknologi.
Selain memberikan pendidikan gratis, program ini juga menyentuh kesejahteraan keluarga. Orang tua siswa akan mendapat pendampingan dan pemberdayaan ekonomi agar mampu meningkatkan taraf hidupnya.
Menurut Halikinnor, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus menjadi langkah nyata mengurangi kemiskinan di Kotim.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut. Melalui kegiatan Open House, warga dapat melihat langsung fasilitas asrama, ruang belajar, dan sistem pendidikan yang diterapkan.
"Harapan kami, tidak ada lagi anak di Kotim yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Semua anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," tegasnya. (f1/sb)