Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia
SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengkaji rencana penggabungan (regrouping) sekolah dasar yang mengalami kekurangan peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan hingga awal Agustus pihaknya mencatat ada dua SD yang menerima siswa baru dalam jumlah sangat sedikit. Kondisi tersebut masih didalami sebelum pemerintah mengambil keputusan.
"Kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan monitoring. Selanjutnya kami akan membahasnya bersama pemerintah desa, pihak sekolah, dan pengawas sekolah sebelum menentukan langkah yang akan diambil," katanya, Senin (3/8/2026).
Menurut Yolanda, regrouping menjadi salah satu opsi yang disiapkan apabila hasil kajian menunjukkan sekolah tidak lagi memiliki jumlah peserta didik yang ideal. Namun, kebijakan itu harus mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak berdampak pada layanan pendidikan.
"Kami tidak bisa langsung melakukan regrouping. Semua harus dikaji, mulai dari kondisi sekolah, tenaga pendidik, hingga pemanfaatan aset yang ada," ujarnya.
Yolanda menjelaskan, Disdik juga masih menunggu pembaruan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai pada akhir Agustus. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan sekolah yang benar-benar mengalami kekurangan murid. Ia mengungkapkan, rendahnya jumlah anak usia sekolah di sejumlah wilayah menjadi salah satu penyebab minimnya penerimaan siswa baru.
"Di salah satu wilayah yang kami pantau, lulusan PAUD hanya empat anak. Kondisi seperti ini tentu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan ke depan," ungkapnya.
Ia menegaskan, keputusan terkait penggabungan sekolah akan diambil setelah seluruh proses kajian selesai. Menurutnya, kebijakan tersebut harus tetap mengutamakan pemerataan akses pendidikan dan kualitas layanan bagi masyarakat di Kabupaten Kotimr. (f1/sb)