seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pemkab Murung Raya Aktifkan Siaga Darurat Karhutla, Desa Diminta Kesiapsiagaan

by Redaksi - Tanggal 07-08-2026,   jam 09:55:46
Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin bersama stakeholder terkait dalam Rapat Koordinasi penetapan status siaga bencana Kebakaran Hutan dana Lahan (Karhutla). FOTO: DADANG/SB Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin bersama stakeholder terkait dalam Rapat Koordinasi penetapan status siaga bencana Kebakaran Hutan dana Lahan (Karhutla). FOTO: DADANG/SB

 

SB, PURUK CAHU - Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki peran penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pemerintah desa diharapkan mampu menggerakkan partisipasi warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau.

Rahmanto meminta seluruh kepala desa segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing, termasuk mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) serta meningkatkan patroli di kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

"Langkah pencegahan harus dimulai dari tingkat desa. Apabila ada indikasi titik api, segera lakukan koordinasi dan laporkan kepada BPBD maupun instansi terkait agar dapat ditangani secepat mungkin," ujarnya, Kamis (6/08/2026).

Selain itu, pemerintah desa juga diminta mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi mengenai bahaya karhutla terus digencarkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Rahmanto juga mendorong pemerintah desa mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana melalui APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026. Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel, sarana, dan kebutuhan operasional apabila terjadi kondisi darurat di wilayah desa.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, tetapi juga pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, tokoh masyarakat, dan warga.

"Dengan kesiapsiagaan yang matang serta kerja sama seluruh elemen masyarakat, kami optimistis risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Murung Raya dapat ditekan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat selama musim kemarau dapat berlangsung dengan aman," pungkas Rahmanto. (Ang)