seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ketua Panitia Pilrek Pastikan Tak Ada Kekosongan Jabatan Rektor UPR

by Redaksi - Tanggal 07-08-2026,   jam 10:51:53
Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Dr. Joni Bungai, M.Pd., ketika menghadiri bedah gagasan dan memimbar kritis calon rektor yang dilaksanakan oleh sejumlah BEM di UPR. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Dr. Joni Bungai, M.Pd., ketika menghadiri bedah gagasan dan memimbar kritis calon rektor yang dilaksanakan oleh sejumlah BEM di UPR. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki tahapan penentuan. Panitia memastikan tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan karena rektor baru akan ditetapkan sebelum berakhirnya masa jabatan Rektor UPR saat ini, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU.

Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Dr. Joni Bungai, M.Pd., mengatakan seluruh tahapan yang menjadi tanggung jawab panitia telah disiapkan. Saat ini, panitia tinggal menunggu penjadwalan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk pelaksanaan pemilihan tahap akhir.

"Panitia sudah siap. Sekarang kami hanya menunggu jadwal dari pusat. Yang pasti, sebelum 7 September 2026, saat masa jabatan Pak Prof. Salampak berakhir, sudah harus ada rektor terpilih," kata Joni.

Ia menjelaskan, penentuan rektor akan dilakukan melalui tahapan pemungutan suara yang melibatkan anggota Senat Universitas bersama perwakilan kementerian sesuai ketentuan yang berlaku.

Berkaca pada pelaksanaan Pilrek periode sebelumnya, Joni memperkirakan pemilihan akan berlangsung pada pekan ketiga atau keempat Agustus 2026. Dan menurutnya, pihaknya memaklumi bahwa pusat sedang sibuk karena tidak UPR saja yang melaksanakan pemilihan rektor namun ada banyak universitas di Indonesia sedang Pilrek.

"Kalau melihat pola sebelumnya, kemungkinan sekitar 22 atau 25 Agustus. Namun, jadwal pastinya tetap menunggu penetapan dari kementerian," ujarnya.

Sebelumnya, panitia telah menggelar pengundian nomor urut calon rektor yang berlangsung pada 29 Juli 2026. Hasilnya, Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn. mendapat nomor urut 1, Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si. nomor urut 2, dan Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.BA., Ph.D. nomor urut 3.

Ketiga akademisi tersebut akan bersaing memperebutkan kursi Rektor UPR untuk periode kepemimpinan berikutnya. Hasil pemilihan nantinya akan menentukan sosok yang memimpin perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah itu dalam menjalankan pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Joni menegaskan, panitia berkomitmen mengawal seluruh proses Pilrek agar berjalan sesuai regulasi, transparan, dan tepat waktu sehingga transisi kepemimpinan di Universitas Palangka Raya berlangsung lancar tanpa kekosongan jabatan.

"Kami ingin seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan selesai tepat waktu sehingga pergantian kepemimpinan di UPR berlangsung dengan baik," pungkasnya. (sb/*)