Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda memukul gendang tanda resmi dibukanya MTQH XIX serta FSQ tingkat kabupaten tahun 2026. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XIX serta Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2026.
Pembukaan berlangsung di Islamic Center Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kamis malam (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda mengatakan MTQH bukan hanya ajang mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQH bukan sekadar perlombaan, tetapi momentum untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an, memahami kandungannya, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Festival Seni Qasidah diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat seni dan budaya Islami di Kabupaten Seruyan. Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman.
“Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman sekaligus perekat persatuan. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun Seruyan yang semakin sejahtera,” katanya.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut dapat menjadi sarana meningkatkan kualitas diri dan memperkuat dakwah Islam.
Pelaksanaan MTQH XIX dan FSQ tahun ini mengusung semangat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan dengan tema “Bersama Berkarya untuk Seruyan Sejahtera.” Dengan mengucapkan basmalah, Bupati Ahmad Selanorwanda secara resmi membuka MTQH XIX dan FSQ Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah masyarakat di Bumi Gawi Hatantiring. (sb/*)