seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Berenang di Sungai Kahayan, Anak 14 Tahun Hilang Diduga Tenggelam

by Redaksi - Tanggal 09-08-2026,   jam 14:50:00
Suasana lokasi diduga tempat korban tenggelam di Sungai Kahayan. (FOTO: ISTIMEWA) Suasana lokasi diduga tempat korban tenggelam di Sungai Kahayan. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Suasana di kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, mendadak ramai, Minggu (9/8/2026). Seorang bocah bernama Muhammad Kasfi Rosadi, 14 tahun, diduga tenggelam setelah terseret arus Sungai Kahayan saat bermain bersama tiga temannya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Kasfi diketahui merupakan warga RT 1, RW 5, wilayah Kampung Baru. Berdasarkan informasi yang diterima, korban datang ke kawasan Pelabuhan Rambang tanpa sepengetahuan orang tuanya untuk bermain bersama tiga orang temannya di tepian sungai.

Sebelum kejadian, Kelurahan Pahandut bersama pihak kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat melaksanakan kegiatan gotong royong di kawasan Pelabuhan Rambang hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kegiatan tersebut berakhir, belum ada informasi mengenai adanya anak yang diduga tenggelam.

Lurah Pahandut, Ahmad Reza mengatakan, pihaknya baru menerima informasi dari warga setelah kegiatan gotong royong selesai. Mendapat laporan tersebut, pihak kelurahan kemudian ikut melakukan upaya pencarian bersama masyarakat dan tim yang berada di lokasi.

"Saya selaku Lurah Pahandut merasa prihatin dan turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tentunya kami juga sudah berupaya untuk mencari korban. Mudah-mudahan secepatnya korban segera ditemukan," ujar Ahmad Reza.

Berdasarkan informasi sementara, Kasfi bersama tiga temannya awalnya bermain di kawasan sungai. Korban yang diduga tidak bisa berenang kemudian terseret arus. Salah seorang temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun karena khawatir akhirnya melepaskan korban dan meminta bantuan kepada orang yang lebih dewasa.

"Jadi kronologinya, ada sekitar empat orang anak yang bermain di wilayah sungai. Mereka mungkin sedang bercanda dan bermain bersama. Ternyata anak yang diduga sebagai korban ini memang tidak bisa berenang. Akhirnya mungkin dia terseret arus, kemudian ada salah satu temannya yang ingin membantu, tetapi karena khawatir akhirnya dilepas," jelasnya.

Kawasan tersebut sebenarnya telah mendapat peringatan dari pemerintah. Ahmad Reza menyebut, sekitar satu setengah bulan lalu, Wali Kota Palangka Raya telah mengeluarkan surat edaran terkait larangan bermain di kawasan bantaran sungai yang dinilai berisiko. Surat tersebut kemudian diteruskan kepada seluruh RT dan RW di wilayah bantaran Sungai Kahayan.

"Surat edaran dari Wali Kota sudah kami sampaikan kepada seluruh RT dan RW yang berada di wilayah bantaran sungai. Warga juga sudah sering kami ingatkan, termasuk anak-anak yang bermain di kawasan ini. Namun pengawasan orang tua juga sangat penting karena tidak mungkin kami bisa mengawasi mereka setiap hari," katanya.

Pasca kejadian tersebut, Kelurahan Pahandut berencana mempertegas peringatan dengan memasang papan larangan di sekitar lokasi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak bermain di kawasan sungai yang memiliki risiko terseret arus.

"Memang pemasangan papan peringatan sudah kami rencanakan. Musibah ini terjadi lebih dahulu daripada rencana kami. Ke depan, kami akan lebih mempertegas larangan agar anak-anak tidak bermain di wilayah gosong dan sekitarnya, terutama yang muncul saat musim kemarau," pungkasnya. (rk/sb)