Tampak Pesawat Super Jet
SB, SAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada sektor transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kabut asap yang menyelimuti kawasan Bandara Haji Asan Sampit menyebabkan pesawat Super Air Jet rute Jakarta–Sampit batal mendarat dan harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (22/8/2026).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan penerbangan IU350 dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 12.35 WIB dan tiba di Sampit pada siang hari. Namun, saat mendekati Bandara Haji Asan, pesawat tidak dapat melanjutkan proses pendaratan karena jarak pandang berada pada batas minimum operasional.
“Keputusan tersebut dilakukan karena kondisi cuaca di Sampit berupa asap (smoke condition) yang menyebabkan jarak pandang di Bandar Udara H. Asan Sampit berada pada kondisi minimum untuk operasional penerbangan,” ujar Haris.
Berdasarkan laporan yang diterima pihak bandara dari maskapai, pesawat kemudian melakukan return to base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta demi alasan keselamatan.
Penerbangan IU350 diketahui mengangkut 148 penumpang, serta dua bayi dan satu anak.
Akibat pesawat dari Jakarta tidak berhasil mendarat, penerbangan IU351 rute Sampit–Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB juga terpaksa dibatalkan.
Haris menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
“Dalam situasi ketika kondisi aktual tidak memungkinkan untuk melaksanakan pendaratan dengan aman, penerbangan dapat melakukan RTB sesuai prosedur operasional yang berlaku,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain kabut asap, jam operasional Bandara Haji Asan Sampit yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB juga menjadi pertimbangan dalam pengaturan penerbangan, terutama pada jadwal sore hari.
Saat ini, UPBU Haji Asan Sampit terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap operasional bandara.
“UPBU H. Asan Sampit terus memantau kondisi di sekitar kawasan bandar serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka mengantisipasi dampak karhutla terhadap keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” ungkap Haris.
Sebelumnya, sejumlah titik karhutla di sekitar kawasan bandara telah menjadi perhatian petugas. Pemantauan intensif dan koordinasi dengan tim penanganan karhutla terus dilakukan sebagai langkah mitigasi agar asap tidak semakin mengganggu aktivitas penerbangan.
Masyarakat yang akan menggunakan jasa transportasi udara melalui Bandara Haji Asan Sampit diimbau untuk terlebih dahulu memastikan status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.
“UPBU Haji Asan Sampit bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan penerbangan,” tutup Haris. (f1/sb)