seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Kotim Diperkirakan Minim Hujan Hingga 20 September

by Redaksi - Tanggal 23-08-2026,   jam 17:31:45
Prakiraan cuaca oleh BMKG Prakiraan cuaca oleh BMKG

SB, SAMPIT - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memprediksi potensi hujan di wilayah Kotim sangat kecil hingga 20 September 2026.

Prakiraan tersebut disampaikan BMKG melalui rilis resmi yang diterbitkan pada Sabtu (22/8/2026), berdasarkan analisis curah hujan probabilistik untuk wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam rilis itu, BMKG menyebutkan bahwa pada Dasarian III Agustus (21–31 Agustus), Dasarian I September (1–10 September), hingga Dasarian II September (11–20 September), peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi berada di bawah 10 persen.

“Prakiraan curah hujan probabilistik untuk wilayah Kalimantan Tengah pada Dasarian III Agustus, Dasarian I September, dan Dasarian II September kurang dari 10 persen,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

Kondisi tersebut menjadi peringatan serius karena berpotensi memperpanjang musim kering dan meningkatkan risiko meluasnya karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini karhutla untuk periode 22–23 Agustus 2026. Berdasarkan peta tingkat kemudahan terbakar, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori Sangat Mudah Terbakar yang ditandai dengan warna merah.

Sementara itu, prakiraan cuaca 24 jam menunjukkan wilayah Kotim hanya didominasi kondisi berawan tanpa potensi hujan. Analisis model prediksi cuaca numerik juga mencatat tidak adanya pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

“Prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur tanggal 22–23 Agustus 2026 berdasarkan data model prediksi cuaca numerik secara umum tidak ada potensi pertumbuhan awan hujan,” lanjut BMKG.

Selain kondisi cuaca yang kering, BMKG turut merilis data titik panas (hotspot) selama 24 jam terakhir. Tercatat sebanyak 452 hotspot tersebar di Kotim, dengan 28 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi sebagai indikasi kebakaran.

Sebaran hotspot terbanyak berada di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan sebanyak 189 titik, disusul Mentawa Baru Ketapang dengan 92 titik, dan Baamang sebanyak 75 titik.

Di sisi lain, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menunjukkan karhutla sepanjang tahun 2026 terus mengalami peningkatan. Sejak Januari hingga 21 Agustus 2026 tercatat 420 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.412 hektare. Selama periode yang sama, akumulasi hotspot telah mencapai 6.793 titik. (f1/sb)