seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Ribuan Titik Panas Kepung Kalteng, 4.920 Hektare Lahan Terbakar

by Redaksi - Tanggal 24-08-2026,   jam 12:21:00
Konferensi pers perkembangan karhutla di Kalteng, kegiatan dilaksanakan di Lobi Mapolda Kalteng. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Konferensi pers perkembangan karhutla di Kalteng, kegiatan dilaksanakan di Lobi Mapolda Kalteng. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih cukup tinggi. Data Polda Kalteng mencatat, sejak awal 2026 hingga Senin (24/8/2026), terdeteksi 22.203 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.

Dari puluhan ribu hotspot itu, sebanyak 1.739 titik teridentifikasi sebagai firespot. Kebakaran yang terjadi dari titik-titik tersebut telah menyebabkan lahan seluas ribuan hektare terdampak api.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan yang terbakar telah mencapai 4.920 hektare.

“Untuk data terkait karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, dari Januari sampai dengan hari ini, hotspot kurang lebih ada 22.203 hotspot,” kata Iwan dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

Situasi pada Senin juga masih menunjukkan aktivitas kebakaran. Tercatat 858 hotspot dengan 53 di antaranya telah teridentifikasi sebagai firespot. Luas areal yang terbakar pada hari tersebut mencapai 190,96 hektare.

“Untuk hari ini, hotspot terdapat 858 titik, kemudian yang menjadi firespot ada di 53 titik dan luasan areal terbakar ada 190,96 hektare,” ujarnya.

Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan catatan luasan kebakaran terbesar, mencapai sekitar 1.686 hektare. Berikutnya Kotawaringin Barat dengan 508,5 hektare dan Palangka Raya sekitar 484,20 hektare. Sedangkan Barito Timur menjadi daerah dengan luasan paling rendah, yakni 14,7 hektare.

Iwan mengatakan, kondisi kemarau dan fenomena El Nino turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan karhutla. Ia membandingkan data luasan kebakaran pada sejumlah periode El Nino sebelumnya yang menunjukkan angka cukup besar.

Pada 1997, misalnya, ketika El Nino berada pada kategori sangat kuat, kebakaran di Kalteng disebut hampir mencapai 2 juta hektare. Pada 2006, luas lahan terbakar juga mencapai sekitar 1.722.030 hektare. Sementara pada 2015 tercatat 583.833 hektare, 2019 sekitar 317.749 hektare dan 2023 mencapai 165.896 hektare.

“Saat ini di tahun 2026 dengan El Nino yang sangat kuat, sampai hari ini luasan yang terbakar sebesar 7.634 hektare. Kita berharap mudah-mudahan bisa kita atasi dan kita tekan supaya tidak terlalu bertambah,” tegasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, sekitar 10.700 personel gabungan dikerahkan dalam Satuan Tugas Penanganan Karhutla. Kekuatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api hingga unsur terkait lainnya.

Polda Kalteng juga memperkuat penanganan melalui Operasi Aman Nusa. Sebanyak 650 personel tambahan disebar ke lima kabupaten/kota yang menjadi perhatian, yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Kapuas.

“Untuk Kepolisian, kami menggelar Operasi Aman Nusa dan menambah perkuatan khusus di lima kabupaten/kota, yaitu Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Kapuas, dengan jumlah personel tambahan 650 personel,” pungkasnya. (rk/sb)