Petugas ketika memadamkan kebakaran pangkalan LPG di Jalan Insinyur Soekarno. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Kobaran api mendadak mengamuk di sebuah bangunan usaha pangkalan LPG di Jalan Insinyur Soekarno, Lingkar Utara, Sampit, Rabu (26/8/2026). Api dengan cepat membesar hingga melahap bangunan di sekitar lokasi.
Kobaran api bahkan sempat membuat warga panik. Pasalnya, di lokasi terdapat tabung-tabung LPG yang diduga masih berisi dan mengeluarkan tekanan gas cukup tinggi.
Kepala Pleton Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim, Febry, mengatakan pihaknya mendapat laporan kebakaran dari Kuala Sentar Damkar.
“Pada saat kita ke lokasi, apinya sudah cukup membesar karena membakar sebagian bahan yang ada di situ, seperti LPG dan kemungkinan aspal,” kata Febry.
Dahsyatnya kobaran api membuat dua bangunan terdampak cukup parah. Selain pangkalan LPG, api juga membakar bangunan di sebelahnya yang digunakan sebagai gudang pupuk serta satu bangunan rumah.
“Yang ini sudah habis, sudah sekitar 90 persen. Yang di sana sekitar 90 persen,” ujarnya.
Petugas menghadapi situasi cukup berisiko saat melakukan pemadaman. Sejumlah tabung LPG diduga masih berisi, sementara tekanan gas yang keluar cukup tinggi.
Kondisi tersebut membuat kobaran api terlihat semakin besar dan sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
Namun, petugas tidak menemukan adanya ledakan tabung LPG selama proses pemadaman.
“Alhamdulillah di lapangan tidak terjadi ledakan, hanya saja tekanannya tinggi atau high pressure, sehingga mungkin ada sedikit kepanikan dari masyarakat melihat apinya terlalu besar,” ungkap Febry.
Tiga regu Damkarmat Kotim dikerahkan untuk menjinakkan api sekaligus melakukan proses pendinginan.
Petugas juga mendapat dukungan BPBD, TNI-Polri dan relawan. Tim melakukan pembentengan agar api tidak merambat ke bangunan lain, terutama rumah warga yang berada di belakang lokasi.
“Alhamdulillah bersama bantuan dari tim pemadam kebakaran, BPBD, TNI-Polri serta relawan yang membantu memandu backup kita, sehingga tidak terjadi penjalaran yang kita takutkan,” katanya.
Meski api cukup besar dan menghanguskan sejumlah bangunan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui. Polisi akan melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan penyebab pasti kebakaran.
Febry pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Kondisi cuaca Sampit yang panas dinilai meningkatkan risiko kebakaran.
“Di tengah karhutla ini, yang pertama pesan kami selalu waspada karena cuaca di Sampit ini sangat tinggi. Yang kedua, jangan membakar sampah, apalagi di sekitar kita terdapat semak belukar karena sangat membahayakan,” pesannya.
Ia mengungkapkan, sejumlah kebakaran bangunan di Sampit sebelumnya juga dapat bermula dari pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan hingga akhirnya menjalar ke bangunan.
“Beberapa kasus kebakaran bangunan di Sampit juga akibat dari pembakaran sampah yang meluas hingga menjadi kebakaran hutan, kemudian menyambung menjadi kebakaran bangunan. Itu yang perlu diwaspadai,” pungkasnya. (f1/sb)