Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany
SB, SAMPIT – RSUD dr Murjani Sampit mengajukan anggaran sekitar Rp12 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk menambah alat kesehatan (alkes).
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat layanan prioritas seperti kardiologi, ICU, IGD, NICU, dan kesehatan bayi.
“Ini terdiri dari pemenuhan alkes untuk layanan kardiologi, ICU dan IGD. Kemudian untuk NICU dan kesehatan bayi,” jelas Yulia, Rabu (26/8/2026).
Total kebutuhan investasi alkes yang disusun rumah sakit sebenarnya mencapai sekitar Rp13,4 miliar. Namun, melalui APBD Perubahan, pihaknya mengusulkan sekitar Rp12 miliar.
Sejumlah alat yang masuk prioritas antara lain IVUS dan FFR, ventilator, patient monitor, defibrilator, syringe dan infusion pump. Untuk layanan bayi, rumah sakit mengusulkan CPAP, inkubator hingga peralatan resusitasi.
RSUD dr. Murjani juga mengusulkan USG radiologi dan laser mata untuk memperkuat layanan diagnostik dan spesialistik.
Yulia mengatakan penambahan alkes disesuaikan dengan banyaknya kasus yang ditangani rumah sakit, terutama penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, penyakit ginjal kronis serta kasus kompleks lainnya.
“Dengan dukungan alat kesehatan yang memadai, kita berharap kemampuan pelayanan semakin meningkat dan rujukan pasien ke luar daerah bisa dikurangi,” ujarnya.
Usulan tersebut sebelumnya telah dibahas bersama Komisi III DPRD Kotim dan kini menunggu proses pembahasan APBD Perubahan 2026. (f1/sb)