seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Pemkab Kapuas dan Tim LSDP Perkuat Program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

by Redaksi - Tanggal 28-08-2026,   jam 09:58:19
Bupati Kapuas HM Wiyatno, bersama Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, Tim LSDP, perwakilan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.l menerima kunjungan lapangan Tim Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dalam rangka rapat koordinasi dan pemantapan program pengelolaan sampah daerah di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kamis (27/8/2026). FOTO: HUMAS/SB Bupati Kapuas HM Wiyatno, bersama Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, Tim LSDP, perwakilan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.l menerima kunjungan lapangan Tim Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dalam rangka rapat koordinasi dan pemantapan program pengelolaan sampah daerah di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kamis (27/8/2026). FOTO: HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menerima kunjungan lapangan Tim Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dalam rangka rapat koordinasi dan pemantapan program pengelolaan sampah daerah di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas tersebut dipimpin Bupati Kapuas HM Wiyatno, S.P. Turut hadir Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, Tim LSDP, perwakilan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Dalam arahannya, Bupati Kapuas HM Wiyatno mengatakan kondisi geografis Kabupaten Kapuas yang memiliki wilayah sekitar 17.000 kilometer persegi dengan sebagian besar kawasan berupa daerah pasang surut dan perairan menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan sistem penanganan sampah yang spesifik, terencana, dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.

"Pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen kuat mendukung keberhasilan program LSDP, baik dari pembiayaan pendamping maupun penyiapan lahan yang dipersyaratkan. Langkah ini sangat penting agar penanganan sampah di Kabupaten Kapuas dapat kita tata secara berkelanjutan untuk jangka panjang, 10 hingga 15 tahun ke depan," tegas Wiyatno.

Sementara itu, Tim LSDP memaparkan program yang mencakup pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan regulasi daerah, penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran melalui APBD, pembentukan kelembagaan pengelola seperti UPTD atau BLUD, penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Detail Engineering Design (DED), peningkatan kapasitas sarana pelayanan, hingga edukasi dan keterlibatan masyarakat.

Tim LSDP juga menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Salah satunya melalui penguatan edukasi dan kurikulum pengelolaan sampah di lembaga pendidikan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.

Pemkab Kapuas diharapkan dapat memperkuat kesiapan daerah dalam menjalankan program pengelolaan sampah yang terintegrasi. Program LSDP juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem persampahan yang lebih efektif, berkelanjutan, serta sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten Kapuas. (hms/f4)